Webinar Disposable Apparel PERSI: PPI RSCM Paparkan Tantangan Mendisiplinkan Penggunaan Sarung Tangan dan Gaun

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bekerjasama dengan beberapa pihak, di antaranya Maesindo, Solida, Me+99, M-1 menyelenggarakan Webinar Penggunaan Disposable Apparel Untuk Pasien dan Tenaga Kesehatan di Pelayanan Kesehatan Untuk Meningkatkan Safety dan Cost Efisiensi saat Pandemik COVID-19 pada Jumat, 19 Februari 2021.

Pembicara yang dihadirkan, di antaranya Ns Gortap Sitohang, SKep., M.P.H, Sekretaris Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)-RA Infection Preventation Control Nurse (IPCN) RSUPN Cipto Mangunkusumo. Dalam paparannya, menjelaskan dalam riset yang dilakukan di RS-nya, ditemukan bahwa tantangan terbesar yang ditemui pihaknya adalah penggunaan sarung tangan dan gaun.

Sementara, terkait hazmat, Gortap menyatakan pihaknya setuju dengan rekomendasi WHO bahwa secara literatur, hazmat tidak diperlukan, cukup dengan gaun/apron, membuat rekomendasi spesifikasinya gaun/apron serta melakukan edukasi.

“Secara umum, faktor penghambat penggunaan APD adalah tidak ada kebijakan/standar penggunaan APD, kurangnya pengetahuan penggunaan APD karena kurangnya sosialisasi, kurangnya pengingat (poster, stiker, banner dsb), tidak ada monev, audit, feedback serta APD tidak tersedia,” kata Gortap.

Untuk itu, kata Gortap, yang dibutuhkan adalah desiminasi, menyediakan pengingat seperti poster, stiker, benner, serta media elektronik, melakukan monev, audit, feedback dan penyediaan APD secara berkesinambungan

Selanjutnya, Gortap mengingatkan cara memakai yang benar serta urutan APD, yaitu lakukan kebersihan tangan, sepatu tertutup, melakukan kebersihan tangan, apron/gaun, masker bedah atau N 96, penutup kepala/topi, google/Kaca mata serta sarung tangan.

Sedangkan cara melepaskan serta urutan yang benar adalah sarung tangan, lakukan kebersihan tangan, apron/gaun, kaca mata dimasukan dalam kontainer yang tertutup, penutup kepala/topi, kebersihan tangan, cover shoes jika ada atau mengganti sepatu dengan sepatu sehari hari, melakukan kebersihan tangan, masker bedah atau N 96 serta melakukan kebersihan tangan.

Saat menggunakan baju kerja, Gortap menegaskan, harus mematuhi aturan melepaskan seluruh perhiasan / aksesoris, melakukan kebersihan tangan setiap melepaskan APD, gunakan APD mulai dari anteroroom dan melepas APD di anteroroom/ruang ganti , kecuali sarung tangan segera lepas setiap selesai tindakan dekat pasien, mandi setelah selesai melepaskan APD terutama setelah selesai pelayanan diruang ruang isolasi

Terkait dengan kegiatan vaksinasi, Gortap menyatakan tidak ada aturan spesifik tentang pemakaian APD sarung tangan saat memberikan vaksin, namun bisa digunakan jika dianggap cara pemberian vaksin tidak meningkatkan risiko petugas terpapar dengan cairan tubuh pasien. Kedua, pemakaian sarung tangan saat tindakan adalah dengan tujuan untuk mengantisipasi kontak dengan cairan tubuh pasien, membran mukosa dan kulit pasien yang tidak utuh serta mengganti sarung tangan untuk setiap pasien. (IZn – persi.or.id)