Ulang Tahun ke-28, RS Kanker Dharmais Diamanahi Tugas Sebagai RS Pengampu Pusat Kanker Seluruh Indonesia

RS Kanker Dharmais diharapkan menjadi RS pengampu bagi pusat-pusat kanker di Indonesia dengan berbagai intervensi dan tatalaksana spesifik.

RS pengampu ini akan menjadi solusi atas permasalahan akses layanan, masalah yang fundamental di seluruh Indonesia. Sehingga diperlukan pusat kanker yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan RS Dharmais sebagai RS pengampu.

“Tantangan center kanker adalah jumlah SDM kesehatan yang masih terbatas. SDM ini menjadi kunci karena jumlah perawat terlatih, jumlah dokter spesialis, dan jumlah tenaga patologi anatomi masih sangat terbatas. Jadi dengan berbagai macam cara, RS Dharmais sebagai RS pengampu akan melakukan serangkaian strategis untuk mengatasi hal tersebut,” kata Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono dalam perayaan HUT RS Kanker Dharmais ke-28 di gedung RS Dharmais, Jakarta, Rabu (1/12).

Pusat kanker itu, kata Dante, terdiria atas center Pratama, center Madya, dan center Utama. “Yang terpenting adalah deteksi dini karena jika sudah terlambat maka butuh upaya yang komprehensif. Deteksi dini harus dijadikan sebagai prioritas sehingga pasien masuk ke dalam stadion yang tidak terlalu berat dan masih bisa dilakukan tatalaksana dengan baik.

“RS Dharmais sebagai Caring an Smart National Cancer Center di Indonesia juga harus berperan sebagai academical system yang terhubung dengan pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai macam sektor sehingga dapat memprediksi sistem layanan kanker yang berbasis pada aspek pendidikan. Ini akan mendukung ketersediaan tenaga pendidikan dan SDM kesehatan Indonesia,” kata Dante.

Dante menegaskan, kanker maish menjadi penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia. Berdasarkan data Globocan 2020, prevalensi kanker di Indonesia mencapai 370 ribu dan akan meningkat pada 2040 menjadi 570 ribu. Terdapat 2 jenis kanker utama penyebab kematian di Indonesia, yakni untuk wanita adalah kanker payudara dan kanker leher Rahim. Sementara pada pria adalah kanker paru-paru, kanker kolorektal, dan kanker liver. (IZn – persi.or.id)