Tinjau RSUD, Bupati Maluku Utara Tekankan Pentingnya Sensifitas Bidang Kesehatan dan Pendidikan

Maluku – Gedung RSUD Karel Sadsuitubun, di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, yang baru selesai dibangun harus segera diserahterimakan dari pihak kontraktor kepada pihak RSUD. Namun, perlu terlebih dulu mendapatkan Surat Layak Fungsi (SLF) dari Dinas PU maupun ahli bangunan.

Gedung RSUD Karel Sadsuitubun, di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, yang baru selesai dibangun harus segera diserahterimakan dari pihak kontraktor kepada pihak RSUD. Namun, perlu terlebih dulu mendapatkan Surat Layak Fungsi (SLF) dari Dinas PU maupun ahli bangunan.

“Karena itu, saya minta agar segera diurus SLF terlebih dahulu, baru kita dapat fungsikan atau tempati untuk pelayanan kepada masyarakat yang datang untuk berobat,” ujar Bupati Maluku Tenggara, M Thaher Hanubun, belum lama ini.

Selanjutnya, bupati meminta alat-alat yang sudah tidak layak atau rusak segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru.”Harga yang baru tidak seberapa dan tak sebanding dengan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat,” ujar Thaher.

Bupati menegaskan, selain pendidikan, bidang kesehatan merupakan hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga ia merasa perlu meninjau langsung.

“Saya juga minta masyarakat, terutama pasien dan keluarga, menjaga kebersihan agar RSUD Karel Sadsuitubun nyaman. Ke depan saya ingin ada tempat khusus atau taman di kawasan sekitar RSUD, memanfaatkan tanah milik Pemda yang masih ada di sekitar rumah sakit ini.”

Terkait tenaga medis, Thaher menegaskan, Maluku Utara masih membutuhkan tenaga honorer. “Soal SDM ini, dokter umum, dokter spesialis, harus kembali kepada rujukan sebagai abdi negara. Tidak ada RS yang sempurna, swasta atau pemerintah sama saja, pasti ada kekurangannya. Yang penting, penanganannya, jangan mengecewakan pasien dan keluarga mereka. Jika kita berhati baik, dan tujuannya untuk melayani masyarakat, mari kita satukan persepsi apa yang mau dan harus kita perbaiki.” (IZn-persi.or.id)