Spesialis Paru RS Persahabatan Peringatkan Risiko Maut pada Pasien dengan Oksigen Rendah Tanpa Sesak

drandika chandraputra

drandika chandraputra

Fenomena klinis happy hipoxia dapat terjadi pada semua panderita covid-19, baik dengan gejala berat, sedang maupun ringan. Istilah itu merujuk pada kondisi pasien dengan kadar oksigen rendah dalam darahnya, normalnya saturasi oksigen di atas 95%, dan mereka bisa di bawah 80%, namun pasien tidak menunjukkan gejala seperti sesak napas, akibat kekurangan oksigen yang dialaminya.

“Jadi enggak ada keluhan yang terkait dengan respirasi, mungkin pasien mengeluh batuk-batuk tapi tidak mengeluh sesak napas. Namun kalau kita periksa oksigen dalam darahnya rendah sekali. Ada ketidaksesuaian antara kadar oksigen yang rendah dalam darah dengan kondisi klinis pasien. Kesadaran mereka baik meskipun saturasi oksigennya rendah sekali,” ujar Dokter Paru Rumah Sakit (RS) Persahabatan Dr. Andika Chandra Putra, PhD, SpP.

Kendati begitu, lanjut Andika, pasien dengan kondisi tersebut harus segera mendapatkan penanganan segera agar kekurangan oksigen dalam darahnya dapat diatasi lebih cepat sehingga tidak menimbulkan dampak lebih buruk.

“Tim medis harus waspada karena walaupun kondisinya baik, tetapi kemudian secara cepat berisiko mengalami penurunan oksigen yang cepat sehingga bisa menyebabkan kematian.” (IZn – persi.or.id)