Siap-Siap, Industri Farmasi dan Alkes Korea Segera Buka Pabrik di Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Maritim (Menko Marves) telah melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan untuk menjajaki kerjasama di bidang Kesehatan. Kedua menteri ini juga mengundang investasi Korea Selatan di bidang industri farmasi dan alat kesehatan. Kunjungan kerja itu dilakukan pada 23-27 Mei 2021.

Keduanya bertemu dengan jajaran pemerintah Korea Selatan antara lain Menteri Lingkungan Hidup, Menteri KKP, Wakil Menteri Kesehatan Korea sekaligus sektor swasta/industri.

Siaran pers Kementerian Kesehatan memaparkan, dalam setiap kesempatan, Menteri Kesehatan menyampaikan tentang instruksi Presiden untuk melakukan vaksinasi guna menanggulangi pandemi serta melakukan reformasi sistem kesehatan.

“Reformasi Kesehatan akan dilakukan di beberapa bidang antara lain penguatan pelayanan kesehatan primer, peningkatan akses layanan rujukan, pembiayaan kesehatan, ketahanan farmasi dan alat kesehatan, SDM kesehatan dan digitalisasi kesehatan,” ucap Budi Gunadi.

Lebih lanjut, Menteri Kesehatan merinci kebijakan pemerintah untuk menarik investor dari berbagai negara antara lain:

  • Ketahanan farmasi dan alat kesehatan menjadi program prioritas Kementerian Kesehatan.
  • Produk lokal farmasi dan alkes akan diprioritaskan untuk masuk dalam pengadaan pemerintah/e-katalog serta produk dengan TKDN akan prioritas e-katalog TKDN.
  • Industri Bahan Baku Obat akan didukung penuh oleh pemerintah.
  • Kementerian Kesehatan mendorong kerja sama uji klinis bersama dan alih teknologi untuk produksi dalam negeri.
  • Pemerintah memberikan insentif bagi industri berbasis riset.
  • Pemerintah mengundang investor untuk berinvestasi di zona ekonomi di Batang dan Bali.

Saat ini, lanjut Budi, beberapa investasi Korea Selatan di sektor kesehatan di Indonesia antara lain Pabrik Bahan Baku Obat di Cikarang, kerja sama PT Kimia Farma dengan Sungwun Pharmacopia. Pabrik Daewong Infion di Surabaya, kerja sama PT Infion dan Daewoong Co dan Kerja sama pengembangan vaksin covid-19 antara PT Kalbe Farma dan Genexine. Rencana kerja sama PT Bio Farma dengan SK Plasma untuk pembangunan pabrik fraksionasi plasma darah.

“Kami melihat ekosistem yang dibangun Pemerintah Korea dalam mengembangkan industri farmasinya patut di contoh. Korea mendukung penuh pengembangan bioteknologi yang dimulai sejak 2000. Pemerintah Korea memberikan insentif bagi Industri yang mampu melakukan riset pengembangan produk.”

Lebih dari 5 industri Bioteknologi Korea melakukan pertemuan dengan Menteri Kesehatan, masing-masing menunjukkan kemampuan/kapasitas produksinya dan menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di Indonesia. Perusahan Korea lainnya yang juga potensial telah dijajaki oleh Menkes antara lain SD Biosensor Korea yang juga telah membangun Pabrik Test Kit Antigen di Purwakarta, Sugentech Artificial Inteligence and Big Data Analysis Co, Cha Hospital, Cellid produsen vaksin, Celltrion Biotech Co. (IZn – persi.or.id)