Semula 57 Ribu Tempat Tidur, RS Diminta Tingkatkan Kapasitas Perawatan Covid-19 Menjadi 83 Ribu

Mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan rumah-rumah sakit (RS) di seluruh Indonesia menambah jumlah tempat tidur, ruang isolasi, obat-obatan serta peralatan seperti APD, dan juga menambah tenaga kesehatan.

Hingga Senin (21/6), jumlah total keterisian tempat tidur untuk pasien COVID-19 secara nasional mencapai 57 ribu dan akan ditingkatkan menjadi 83 ribu. Ke depan, seluruh rumah sakit di Indonesia jika diperlukan akan memberikan 30% kapasitas ruangan untuk merawat pasien COVID-19, sehingga kapasitas bisa ditingkatkan hingga mencapai 130 ribu tempat tidur.

Sedangkan guna mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di RS, Kemenkes bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) terus mengirim bantuan tenaga kesehatan, termasuk dokter pasca internship, peserta program Pendidikan Dokter Spesialis, peserta program Nusantara Sehat, lulusan Poltekkes Kemenkes, serta merekrut kembali relawan yg telah habis masa tugas.

Demikian terungkap dalam rilis Kemenkes, Selasa 22 Juni 2021, menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah menetapkan sejumlah kebijakan untuk membatasi mobilitas dan interaksi masyarakat, khususnya di daerah-daerah dengan tingkat penularannya tinggi (zona merah) untuk mengurangi laju penyebaran virus.

“Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro diperpanjang selama 2 minggu, mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021 dengan membatasi pergerakan masyarakat sebanyak 75-100%, disesuaikan dengan kegiatan dan zona merah penularan COVID-19. Kita harus menangani sisi hulu dengan baik agar bisa mengurangi tekanan di sisi hilirnya. Di hilir, kami akan fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (IZn – persi.or.id)