RSCM Akan Vaksin 6.000 Tenaga Kesehatan, 275 Orang Setiap Harinya

Vaksinasi bagi 1,4 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi di Indonesia telah dilakukan serentak dan bertahap. RSUPN Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggelar vaksinasi pertama bagi tenaga kesehatan itu pada Kamis, 14 Januari, dimulai pada 25 tenaga kesehatan dan dilanjutkan bertahap bagi seluruh tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang kesehatan.

”Selanjutnya RSCM akan melakukan vaksinasi bagi 6.000 orang lainnya, dilakukan setiap harinya, masing-masing terhadap 275 tenaga kesehatan secara bertahap,” ungkap Direktur Utama RSCM dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS seperti dikutip rilis Kementerian Kesehatan.

“Ini merupakan ikhtiar dari pemerintah untuk membentuk kekebalan bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanganan pandemi COVID-19. Kami meyakini dengan adanya program vaksinasi bagi nakes akan memberikan perlindungan dan keamanan bagi tenaga kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan di RSCM bisa terus berjalan,” ujar Lies.

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 itu juga diikuti oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD, PhD, KEMD. Terdapat 4 tahapan yang harus dilalui peserta vaksinasi, mulai registrasi, skrining kesehatan, penyuntikan vaksin, hingga observasi selama 30 menit untuk melihat apakah ada efek samping pasca penyuntikan.

“Kekebalan tubuh tidak langsung terbentuk pada penyuntikan pertama. Kekebalan baru akan tercipta dalam 2-6 minggu pasca penyuntikan kedua. Untuk itu, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 harus berjalan beriringan dengan penerapan protokol kesehatan 3M guna memberikan perlindungan optimal. Sehingga kekebalan komunitas bisa segera tercapai setelah 70% dari penduduk divaksinasi, targetnya selesai dalam waktu 12 bulan,” tutur Dante.

Dante berharap dengan diprioritaskannya tenaga kesehatan sebagai penerima vaksinasi, diharapkan dapat memberikan perlindungan dan keamanan saat mereka bertugas sekaligus memberikan contoh yang baik bagi masyarakat agar tidak ragu untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

Untuk memutus mata rantai penularan COVID-19, pemerintah menargetkan vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk Indonesia. Saat ini telah disiapkan 31 ribu vaksinator untuk membantu pelaksanaan vaksinasi di seluruh Indonesia. Setelah dilakukan vaksinasi kepada 1,4 juta tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan, vaksinasi akan dilanjutkan untuk 17,4 juta petugas pelayanan publik esensial. Vaksinasi perdana dilakukan pada Rabu, 13 Januari, diikuti oleh Kepala Negara, sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan vaksin, saat ini pemerintah tengah menyiapkan tambahan 12 juta vaksin sinovac yang saat ini sedang diproduksi PT. Bio Farma. Dipastikan vaksin yang akan disuntikkan telah melalui serangkaian pengujian ketat sehingga terjamin keamanan, mutu, khasiat yang dibuktikan dengan EUA dari BPOM serta fatwa halal dari MUI. (IZn – persi.or.id)