RS Vertikal, RSUD, Swasta Hingga RS TNI-Polri Berkolaborasi Pangkas AKI dan AKB

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) juga berkontribusi dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Untuk itu, RS-RS milik kabupaten/kota diperkuat dengan program pendampingan oleh RS Pendamping. Kegiatan itu telah dilaksanakan sejak 2020 dan pada 2021 akan dilakukan evaluasi pendampingan sekaligus mendiseminasikan upaya menurunkan kematian ibu dan bayi itu kepada berbagai pihak.

Target penurunan AKI dan AKB di RSUD tersebut menjadi bagian dari rangkaian program yang meliputi tingkat primer, di tingkat keluarga, masyarakat, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) milik pemerintah, swasta, RS TNI-Polri, RS Perusahaan maupun RS Swasta.

Fokus pendampingan itu adalah tata kelola klinis dan manajemen pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Pendampingan dilakukan 13 RS Vertikal dan 3 RSUD dengan menugaskan tim yang terdiri dari dokter spesialis obgyn, dokter spesialis anak, bidan, perawat, tenaga elektromedis dan manajemen RS.

“Sesuai Surat Edaran Sekjen Kemenkes RI No. 548 tahun 2020 tentang Peningkatan Peran RS dalam Percepatan Penurunan AKI-AKB, RS di tingkat atas wajib memberikan pendampingan klinis, manajemen dan jejaring rujukan kepada RS dengan kelas di bawahnya serta FKTP di wilayahnya, pendampingan ini sifatnya sementara sesuai kebutuhan yang disepakati oleh para pihak,” kata Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan Erna Mulati dalam seminar hari ibu nasional (23/12).

Lokus percepatan AKI dan AKB, kata Erna, dilakukan bertahap pada 2020 di sekitar 120 kabupaten/kota, selanjutnya pada 2021 ditambahkan 80 kabupaten/kota. Berikutnya, pada 2022 ditambah 120 dan pada 2023 ditambah 150 kabupaten/kota, sehingga pada 2024 telah mencakup 514 kabupaten/kota.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada RS pendamping utama dan RS pendamping jejaring yang sudah meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dedikasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal,” kata Erna.

Pendampingan RS kabupaten/kota ini juga melibatkan organisasi profesi yaitu POGI, IDAI, IBI, IPANI dan IKATEMI, sedangkan RS pendamping utama dapat berjejaring dengan RS Provinsi/RS Regional.

Berikut Data RS Pendamping Utama: RSUP H. Adam Malik, RSUP dr. M Djamil, RSUP dr. M. Hoesin, RSAB Harapan Kita, RSUP Fatmawati, RSUPN dr. Ciptomangukusumo, RSUP Fatmawati, RSUP dr. Hasan Sadikin, RSUP dr. Kariadi, RSUP dr. Sardjito, RSUP Sanglah, RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, RSUP dr. DR Kandouw, RSUD dr. Moewardi, RSUD dr. Soetomo serta RSUD Syaiful Anwar. (IZn – persi.or.id)