Refleksi Akhir Tahun: Kesiapan Rumah Sakit untuk Antisipasi Varian Omicron Menghadapi Libur Natal dan Tahun Baru

LATAR BELAKANG
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian baru virus Corona Omicron telah tersebar di 38 negara. Amerika Serikat (AS) dan Australia menjadi negara terbaru yang mengonfirmasi kasus varian yang ditularkan secara lokal, India juga mengkonfirmasi infeksi Omicron ini, diikuti oleh Sri Lanka, Korea Selatan (Korsel) dan Malaysia.

WHO memperingatkan perlu waktu berminggu-minggu untuk menentukan seberapa menular varian itu, apakah itu menyebabkan penyakit yang lebih parah dan seberapa efektif perawatan dan vaksin untuk melawannya.

Kondisi pandemi ini sudah mulai menurun, positive rate di laboratorium PCR sudah mulai jarang. Insiden di Indonesia sudah tidak mencapai 300 kasus perhari, tetapi beberapa negara tetangga masih diatas 5000an kasus perhari. Lintas akses yang sangat mungkin terjadi menularkan dan menuntut kewaspadaan Indonesia.

Dalam kondisi melandai, negara tetangga mulai melonjak lagi, malahan dari belahan benua muncul varian baru Omicron.

Ini memerlukan kewaspadaan buat para praktisi rumah sakit, libur natal dan tahun baru di depan mata, jangan sampai lengah dengan protokol yang sudah dibangun, sehingga membuat pelayanan rumah sakit menjadi chaos, saat pasien melonjak, SDM terpapar, kebutuhan akan alat-alat kesehatan dan obat-obatan pun meningkat.

Institut Manajemen Rumah Sakit PERSI Periode 2021-2024 menginisiasi sebuah webinar sebagai refleksi menghadapi kondisi tahun 2022, dengan para pembicara dari pengambil kebijakan akan regulasi-regulasi pemerintah pusat dan daerah terhadap kondisi ini, dan dilanjut oleh para praktisi berbagi pengalaman yang sudah dilakukan, menjadi model untuk bersiap diri.

TUJUAN
Kegiatan seminar ini bertujuan untuk :

  1. Memahami perkembangan virus Covid-19, varian omicron
  2. Memahami kebijakan regulator, dengan terjadinya ancaman, varian Omicron.
  3. Mengetahui strategi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan sehingga mendukung program pelayanan kesehatan.
  4. Menyiapkan rumah sakit lebih waspada, dengan senantiasa meningkatkan standar precaution kepada semua stakeholder.

WAKTU PELAKSANAAN

PESERTA YANG DIHARAPKAN MENGIKUTI

  1. Direksi dan Pemilik RS
  2. Dewan Pengawas
  3. Praktisi Perumahsakitan
  4. Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
  5. Pengurus PERSI, dan Assosiasi Perumahsakitan
  6. Pemangku Kebijakan Kesehatan
  7. Pemerhati Perumahsakitan