Rangkaian Kongres, Seminar dan Workshop PERSI Dukung RS Kian Tangguh

Kondisi pandemi covid-19 yang sudah berjalan 1,5 tahun telah memacu rumah sakit (RS) menjadi resilien atau tangguh menghadapi aneka tantangan sehingga terhindar dari kolaps. Saat ini, ketika pandemi mulai memasuki situasi melandai, RS dapat memanfaatkan situasi untuk mengkaji dan menata ulang organisasinya berdasarkan pengalaman yang ditempuh selama pandemi.

Demikian terungkap dalam Instagram Live The Series Road To Kongres XV PERSI, Seminar Tahunan XV Patient Safety Dan Ina Hospital Fair 2021 bertema: “RS Tangguh, Tantangan Menyamakan Persepsi dan Meningkatkan Kompetensi” yang menghadirkan Koordinator Seminar Dr. Ediansyah, MARS, MM yang juga “Direktur RS An-Nisa Tangerang” serta Koordinator Workshop dr. Nico A. Lumenta L. Nefro, MM, MHKes, FISQua yang juga Ketua Institut Keselamatan Pasien Rumah Sakit (IKPRS).

Acara itu disiarkan langsung melalui Instragram @persi_pusat dan Kitras.id pada Rabu (29/9), dipandu drg. Widya Karmadjanti dari Kompartemen Humas dan Pemasaran PERSI.

“Proses adaptasi yang dilakukan RS telah menghasilkan peluang dan memperkuat ketahanan. Pandemi ini tentu menghasilkan proses adaptasi yang menghasilkan perubahan dan transformasi di sektor layanan kesehatan primer dan rujukan. Di antaranya, dalam aspek kualitas, keamanan pasien, model bisnis, farmasi dan alat kesesehatan, sistem tanggap darutat serta pembiayaan,” kata Ediansyah.

Seminar Nasional PERSI, kata Ediansyah, diselenggarakan secara virtual pada Senin hingga Sabtu pada 25-30 Oktober 2021. Rangkaian acara itu rencananya akan dibuka Presiden Joko Widodo.

“Kita harapkan beliau hadir untuk menyapa para insan perumahsakitan yang kini bisa bergabung dalam cakupan yang lebih luas, dari Sabang hingga Merauke karena sifatnya virtual,” kata Ediansyah.

Sementara Nico Lumenta menyatakan terdapat 10 workshop yang diselenggarakan, termasuk yang digelar IKPRS dan mengupas tentang aspek inti RS yaitu mutu dan keamanan. “Kami akan mengupas sistem RS dengan keandalan tinggi, serta bagaimana RS berupaya memulihkan layanan. Misalnya saja, muncul data bahwa ada 3.000 diagnosa kanker yang urung ditindaklanjuti selama pandemi ini. Selain itu, akan dibahas juga tentang Global Safety Action Plan yang ditetapkan WHO.

Pada kalangan perumahsakitan, Widya Karmadjanti menegaskan investasi yang dialokasikan RS untuk mengikuti rangkaian acara akan sepadan dengan berbagai pembelajaran yang didapat dari kalangan akademisi, peneliti, praktisi dan pimpinan institusi yang menjadi mitra RS. (IZn – persi.or.id)