PERSI, PERDOKI dan Cisco Gelar Webinar Tantangan Manajemen Kesehatan Karyawan dan Keberlangsungan Usaha

flayer persi cisco231020

flayer persi cisco231020

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) serta Cisco menyelenggarakan Webinar Peran RS pada Tantangan Manajemen Kesehatan Karyawan dan Keberlangsungan Usaha pada Jumat, 23 Oktober.

Webinar menghadirkan narasumber Dr. dr. Astrid Widayati Hardjono, MPH, Sp.OK (Ketua Umum PERDOKI) yang memaparkan topik Menjaga Organisasi Tetap Produktif dan Sehat di masa Pandemi COVID-19, Dr. dr. Dewi Sumaryani Soemarko, MS, Sp. OK dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang mengupas Kesiapan Kesehatan dan Lingkungan Kerja pada masa Pandemi dan Pasca Pandemi di Dunia Kerja serta Dr. Titis Maryamah, Sp.OK, MKK (Chief Medical Officer PGN Saka Energi Indonesia) dengan bahasan Bagaimana Mengelola Kesehatan Karyawan di Perusahaan selama Pandemi COVID-19.

persi cisco drastrid

Astrid menjelaskan, sebetulnya sudah ada regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait antisipasi yang harus dilakukan perusahaan di masa COVID-19 ini, yaitu Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07-MENKES-328-2020 tentang Panduan Pencegahan Pengendalian COVID-19 di Perkantoran dan Industri.

“Namun nyatanya pada tahap implementasi, banyak organisasi yang masih mengalami kesulitan dalam upaya skrining, penilaian risiko pekerja, menentukan pekerja kembali bekerja, hingga menentukan apakah perusahaan perlu di tutup. Ini karena jenis dan situasi tempat kerja yang sangat bervariasi,” kata Astrid.

Pada saat yang sama, kata Astrid, perusahaan harus mengalokasikan fasilitas, sarana serta peralatan untuk mendukung para pekerjanya di masa pandemi sekaligus menghadapi tantangan dari situasi resesi.

“Dokter okupansi juga dapat memanfaatkan telemedicine untuk pemeriksaan kesehatan/skrining yang sesuai dengan situasi perusahaan/organisasi hingga akhirnya menyusun stratifikasi risiko pada pekerja sesuai umur, adanya komorbid serta riwayat kontak,” kata Astrid.

persi cisco drtitis

Pada sesi praktik terbaik, Dr. Titis Mariyamah, Sp.OK, MKK, Chief Medical Officer PGN Saka Energi Indonesia memaparkan, pihaknya kini mengimplementasikan Manajemen Pengelolaan Kesehatan Pekerja yanmg terdiri atas pembuatan dan pelaksanaan protokol kesehatan, pencegahan dan penanganan Covid-19, program MCU di masa pandemi serta protokol return to work.

“Kami juga melakukan penilaian risiko, membentuk tim Saka Doctor digital untuk pekerja dan keluarga, menjaga kesehatan pekerja yang masuk dalam program wellness yaitu konsultasi, serta promosi berkesinambungan untuk pekerja dan keluarga.”

Kendati begitu, Titi mengakui pihaknya kerap menghadapi tantangan dukungan dari manajemen yang dipicu benturan kepentingan antara target bisnis dan pengamanan pekerja oleh protokol kesehatan, serta koordinasi agar seluruh kontraktor dan mitra kerja memiliki kesepahaman tentang pentingnya penegakan dan pelaksanaan protokol.

“Untuk itu diperlukan komunikasi yang harus terus dibangun, kampanye tiada henti, terhadap pekerja yang membutuhkan kreatifitas juga semangat pantang menyerah,” ujar Titis.

Titis menyatakan, kasus yang terjadi di Saka, lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, datang dari keluarga, ketika pengawasan melekat diberikan ke pekerja, tapi lemah dalam pengawasan keluarga pekerja, biaya yang tidak seragam dalam hal biaya screening test di berbagai klinik/RS dan kualitas layanan yang diberikan terkait akurasi serta kecepatan pelaporan. (IZn – persi.or.id)