PERSI Gelar Webinar Series-2 Pengadaan dan Pengklaiman Obat Kronis: Pentingnya Diagnosa Rinci dan Spesifik

Penulisan diagnosa yang rinci dan spesifik akan memudahkan penentuan koding oleh petugas koder di rumah sakit serta meminimalisir terjadinya dispute dengan BPJS Kesehatan, terutama pada kasus-kasus penyakit yang masuk dalam daftar Special Casemix Main Group (CMG). Special CMG ini terdiri atas Special Sub Acute, Special Prosthesis, Special Investigation, Special Drugs, Special Chronis dan Special Procedurs.

Demikian diungkapkan Asep Supriatna, S.ST.RMIK dari RSUP. Dr. Hasan Sadikin Bandung dalam paparannya yang berjudul Penerapan Pengadaan Obat Kronis & Pengklaiman BPJS dalam Webinar Series – 2 berjudul “Expert Sharing: Tata Kelola Administrasi Rumah Sakit dalam Pengadaan Obat-obatan Kronis dan Pengklaimannya ke BPJS Kesehatan.” Webinar diselenggrakan pada hari ini, Sabtu, 30 Januari.

Webinar yang didedikasikan pada kalangan perumahsakitan wilayah Sumatera itu diselenggarakan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dengan Pfizer dan Upjohn itu dibuka Dr. dr. Yusirwan, SpB, SpBA(K), MARS, Ketua PERSI Daerah Sumatera Barat serta dr. Muhammad Syahril, Sp.P, MPH – Katua PERSI Daerah Sumatera Selatan. Sebelumnya Webinar Series – 1 itu diselenggarakan untuk lingkup nasional dan selanjutnya akan diadakan untuk berbagai wilayah di Indonesia.

“Karena saat ini rumah sakit harus melayani Covid-19 dan pasien umum di saat yang sama. Prosedur yang tepat terkait obat kronis akan membantu rumah sakit terhindar dari dispute yang akan merugikan aspek keuangan,” ujar dr. Kuntjoro Adi Purjanto, MKes, Ketua Umum PERSI saat membuka acara tersebut.

Selanjutnya Asep juga mengingatkan pentingnya sistem administrasi berupa pembuktian resep dokter, karcis kunjungan pasien, Surat Bukti Pelayanan Kesehatan (SBPK), Surat Egebilitas Peserta (SEP), serta form Pemeriksaan Penunjang.

“Sejauh diagnosa rinci dan spesifik serta ditunjang bukti-bukti yang ada maka tidak akan terjadi dispute,” ujar Asep.

Sementara, dr. Daniel Wibowo, M.Kes, Ketua Kompartemen Jaminan Kesehatan PERSI Pentingnya clinical pathway di RS untuk akses Obat bagi pasien kronis mengakui jumlah pending dan dispute klaim kasus kronis, di beberapa rumah sakit relatif tinggi, karena masalah episode kunjungan dan obat. Selain itu, juga terjadi selisih harga obat berbeda bermakna antara harga e catalog dan harga pasar umum.

“Apalagi juga clinical guidelines relatif cepat dan pertumbuhan obat-obatan baru yang diklaim lebih efektif, namun belum masuk Fornas dan e catalog, sehingga bermasalah dalam verifikasi,” kata Daniel.

Daniel menyerukan, guna menghindari dispute dan menjaga mutu layanan klinis, rumah sakit wajib memiliki Clinical Pathway serta dipatuhi staf klinis, termasuk dalam penggunaan obat-obatan termasuk obat kronis. Karena, Dalam praktik, verifikator BPJS Kesehatan melihat kesesuaian asuhan dan pemberian obat, termasuk obat kronis dengan Clinical Pathway yang berlaku dalam proses verifikasi klaim. (IZn – persi.or.id)