PERSI dan YAKKUM Gelar Webinar Praktek Baik dan Pembelajaran dari Surge Capacity 8 RS YAKKUM Menghadapi Pandemi

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bekerjasama dengan Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) menyelenggarakan Webinar berjudul Surge Capacity RS Swasta di Indonesia Menghadapi Pandemi: Praktek Baik dan Pembelajaran dari Case Study 8 RS YAKKUM pada hari ini, Senin, 30 November 2020.

Webinar itu didasarkan atas pelaporan Lonjakan Kapasitas Rumah-Rumah Sakit YAKKUM di Indonesia, Pembelajaran Selama Masa Pandemi COVID-19 yang ditulis Dr. Trevino Aristarkus Pakasi, FS, MS, PhD, SpDLP, FISPH, FISCM serta tim dari PT ISM PERSI itu dihadiri kalangan perumahsakitan, anggota YAKKUM, serta anggota PERSI. Webinar diselenggarakan melalui Zoom Meeting serta disiarkan langsung melalui YouTube PERSI.

“Ini adalah kerja luar biasa dari YAKKUM dan akan sangat berharga bagi kalangan perumahsakitan dan menjadi dokumentasi yang berharga. Ini akan melengkapi buku yang diterbitkan PERSI yang pada 2020 ini masih kurang jumlahnya karena terkendala pandemi,” ujar Ketua Umum PERSI, dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes,

Sementara, Dr. dr. Bagoes Widjanarko, MPH, MA, pengurus YAKKUM menyatakan pihaknya menyusun YAKKUM Total Responses Covid-19 yang melibatkan seluruh sumber daya serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk gereja dan masyarakat. “Hingga saat ini seluruh RS YAKKUM menangani 1.546 pasien Covid-19 dan karena kami adalah organisasi pembelajaran kami ingin agar penelitian ini bersifat ilmiah dan bisa menjadi pembelajaran bagi RS-RS swasta dan semua pihak dalam menangani bencana saat ini juga ke depannya,” ujar Bagoes.

Sementara, Dirjen Yankes Kemenkes Prof. Dr. H. Abdul Kadir, PHD, Sp.THT-KL(K), MARS memaparkan topik tentang langkah-langkah strategis Kemenkes untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat masa depan sebagai pembelajaran dari respon Covid 19 dan dalam konteks Reformasi Sistem Kesehatan di Indonesia. “Saya harapkan kontribusi semua RS di Indonesia dalam pelayanan Covid-19, termasuk juga dengan memanfaatkan teknologi informasi,” kata Abdul Kadir.

Sedangkan dalam pemaparannya, dr. Trevino Aristarkus Pakasi, MS, Ph. D, dari Departemen IKK FKUI menyatakan YAKKUM telah merespons bencana pandemi COVID-19 ini dengan baik dengan melakukan surge capacity atau peningkatan/lonjakan kapasitas yang terencana, terstruktur, serta memperhatikan prinsip-prinsip dalam penanggulangan bencana. “Dampak pada penanggulangan bencana ini tertuang dalam kepercayaan para staf YAKKUM yang merupakan sumber daya yang paling penting dalam keberlangsungan usaha.”

Sumber daya lainnya adalah kelekatan RS-RS YAKKUM dengan komunitas dan pemangku kepentingan lainnya memungkinkan terjadinya mobilisasi dana untuk mendukung pelayanan YAKKUM di masa-masa sulit ini. “Rumah-rumah sakit YAKKUM menunjukkan prestasi pencegahan dan penatalaksanaan COVID-19 di kalangan staf rumah sakitnya dengan baik, terlihat dari rendahnya prevalensi serta tidak adanya kasus kematian yang dilaporkan. Lebih jauh lagi dalam survei pengetahuan, sikap dan perilaku staf mencegah COVID-19 dapat dikategorikan baik.”

Kesimpulan hasil penelitian lainnya, dalam perjalanan waktu dan dengan daya upaya yang telah dilakukan masih terjadi insiden COVID-19 di kalangan staf bisa berkaitan dengan metode skrining pasien serta pengendalian lingkungan yang belum baik. Selain itu, demi keberlangsungan usaha, YAKKUM telah menetapkan langkah-langkah untuk melakukan pelayanan secara daring.

Pengalaman praktik baik dan pembelajaran dari upaya surge capacity RS Swasta dalam melanjutkan layanan kesehatan di tengah pandemic Covid 19.

Narasumber yang menjadi penanggap, Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) drg. Susi Setiawaty, MARS menyatakan saat ini kalangan perumahsakitan sebenarnya telah berada dalam kondisi kelelahan, namun dengan komitmen sebagai garda terdepan perlawanan melawan Covid-19, maka kalangan RS terus melakukan adaptasi dan revisi terhadap berbagai regulasi dan prosedur.

“Di awal RS swasta memang tidak dilibatkan, namun kini dengan persebaran Covid-19, maka kami pun dilibatkan dan ini berarti kami harus melakukan penguatan sumber daya hingga mengatur gedung dan ruang perawatan,” Susi juga sepakat dengan Trevino bahwa pengalaman RS di masa pandemi sangat berharga dan menguji daya tahan RS dalam semua aspeknya. (IZn – persi.or.id)