PERSI dan PT. Tirta Investama Selenggarakan Webinar Hidrasi Sehat, Cukup Minum Dukung Anak Kuat di Masa Pandemi

PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) bekerja sama dengan PT. Tirta Investama menyelenggarakan Webinar Hidrasi Sehat “Pentingnya Kecukupan Air Bagi Kesehatan dan Perannya dalam Mempertahankan Imunitas Anak terutama pada Masa Pandemic Covid-19.” Webinar yang diikuti para guru itu bertujuan melakukan edukasi promotive preventif sebagai bagian dari pelayanan RS itu diselenggarakan pada Rabu, 22 Desember 2021.

Government & External Scientific Affairs Senior Lead Danone-Aqua dr. Sarah Angelique menyatakan webinar ini merupakan wujud konsistensi PT. Tirta Investama untuk melakukan edukasi pada masyarakat bersama PERSI yang menjadi mitra.

“Ini adalah bentuk kemitraan dari program berkelanjutan kami untuk mengedukasi tentang pentingnya hidrasi untuk mendukung kesehatan masyarakat. Hidrasi diperlukan agar imunitas meningkat, terutama dalam masa pandemi,” kata Sarah.

Sementara, Ketua Umum PERSI dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS, FISQua menyatakan PERSi yang kini beranggotakan 3.100 RS berkepentingan mendukung upaya preventif kesehatan, termasuk anak. “Belajar dari kampanye cuci tangan, teknis dan waktu yang kami tanamkan pada RS, kita bisa mengaplikasikannya pada kampanye hidrasi ini,” kata Bambang.

Bambang menyatakan, salah satu opsi untuk menyukseskan kampanye hidrasi adalah penyediaan air minum gratis di sekolah-sekolah, juga di ruang publik lainnya, termasuk RS. “Pengalaman saya saat memimpin RSUP Dr. Kariadi Semarang, kami menyediakan air minum gratis bagi pasien serta pengunjung, karena kami yakini itu adalah bagian dari tanggung jawab.”

Plt. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan drg. Kartini Rustandi, M.Kes menyatakan kecukupan minum air akan membantu proses pencernaan, penyerapan dan transport nutrisi. Selain itu, membantu distribusi oksigen, meningkatkan konsentrasi, mencegah dehidrasi, menjaga suhu tubuh, menyusun cairan limfe, membantu kerja cairan sendi, membantu gerak persendian serta menghindari konstipasi dan batu ginjal.

Sayangnya, berdasarkan Jurnal Gizi Klinik Indonesia pada 2011 ditemukan fakta, sebanyak 67,4% siswa laki-laki dan 62,8% siswa perempuan mengalami dehidrasi ringan. “Untuk itu diperlukan kontribusi dari keluarga di antaranya dengan menyediakan dan mengedukasi anak terkait air minum yang layak hingga pemerintah pusat dan aderah dengan menyediakan akses terhadap air minum.”

Patokan kebutuhan cairan pada anak, kata Kartini, adalah:
Usia 7 – 12 Bulan: 2-3 Gelas per hari
Usia 1 – 3 Tahun : 5 Gelas per hari
Usia 4 – 8 Tahun : 7 Gelas per hari
Usia 9 – 13 Tahun : 8 – 10 Gelas per hari
Usia lebih dari 14 Tahun : 9 – 13 gelas per hari

Sementara, Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah Bintaro Jaya dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK menyatakan pasokan air sebagai bagian dari zat gizi yang sering terlupakan. “Berlaku istilah hidrasi sehat, keadaan di mana air di dalam tubuh cukup atau jumlah cairan yang masuk sama dengan yang keluar,” ujar Diana.

Diana menyatakan, kandungan air dalam tubuh anak lebih tinggi daripada dewasa yaitu sebnayak 65-75%, sedangkan orang dewasa 55-60% dan lansia 50%. Selain itu, bagai anak, air mendukung fungsi kognitif atau konsentrasi, pengatur suhu tubuh serta mengeluarkan zat yang tidak berguna dalam tubuh. Selain itu, air juga mendukung visual memory, pembentuk sel dan cairan tubuh, pelarut dalam proses pencernaa makanan, pembawa zat-zat berguna bagi tubuh serta mendukung ketahanan fisik anak.

Sehinnga, dehidrasi pada anak sebesar 2% saja sudah dapat menyebabkan gangguan performa, atensi atau perhatian, memori dan keterampilan pada anak. “Patut diwaspadai, mekanisme haus pada anak belum berkembang dengan baik dan di saat yang sama, karena mereka atif, sehingga mudah dehidrasi. Anak juga bergantung pada orang dewasa di sekitarnya untuk ketersediaan air minum.” (IZn – persi.or.id)