PERSI dan PERDATIN Selenggarakan Webinar Airway Management serta Penggunaan Ventilator untuk Pasien Covid-19

webinar persi perdatin1

webinar persi perdatin1

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), didukung Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN) menyelenggarakan Webinar Airway Management serta Penggunaan Ventilator untuk Pasien Covid-19 pada Sabtu, 2 Mei 2020.

Ketua PERDATIN Prof. Dr. dr. Syafri Kamsul Arif, SpAn, KIC-KAKV saat membuka Webinar menyatakan, acara yang juga disiarkan melalui siaran langsung YouTube itu diselenggarakan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait Airway dan Oksigenasi Management serta Penggunaan Ventilator, yang merupakan prosedur life saving pasien Covid-19.

“Pengurus PERDATIN melihat pentingnya kita saling bersinergi untuk mengaktifkan gerakan dokter semesta untuk bersama-sama menangani Covid-19. Karena dengan kondisi saat ini, anggota PERDATIN yang 2.300 rasanya tidak akan cukup untuk mengatasi puncak pandemi,” ujar Syafri.

Sementara, Ketua Umum PERSI dr. Kuntjoro Adi Purjanto M. Kes menyatakan saat ini setiap petugas kesehatan sedang berjuang untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan mengutamakan kaedah keamanan. “Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan PERSI terhadap para pejuang garda terdepan perlawanan kita terhadap Covid-19. Ini merupakan kesempatan berkumpul bersama untuk berbagi pengalaman dan praktek terkait penanganan pasien,” ujar Kuntjoro.

webinar persi perdatin01

Hadir sebagai narasumber, Dr. dr. Kenanga M Sikumbang, SpAn, KNA dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat yang juga berpraktik di RSUD Ulin Banjarmasin dengan topik bahasan berjudul Special Consideration for Airway Management in Patient with Covid-19. Dr. dr. Kenanga Marwan S., Sp.An.KNA serta dr. Faisal Muchtar, Sp.An.KIC, Kepala Perawatan Intensif RS Wahidin Sudirohusodo, Ketua Badan P2KB PP PERDATIN serta Kordinator program studi subspesialis anestesi peminatan Terapi Intensif .

Selain itu, berbicara pula dr. Bambang Wahjuprajitno, Sp.An.KIC, dari Departemen Anesthesiology & Reanimation Universitas Airlangga, Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr. Soetomo Surabaya serta Cecep Permana, product specialist Medtronic. Hadir sebagai moderator, Sekretaris Jenderal PERSI serta Dr Bambang Tutuko SpAn KIC, Wakil Ketua Institut Keselamatan Pasien Rumah Sakit (IKPRS) PERSI.

Bambang Tetuko memaparkan, webinar kali ini juga diharapkan dapat menjawab berbagai isu yang beredar di kalangan masyarakat tentang ventilator yang selama ini banyak beredar. Di antaranya, tentang tingginya kebutuhan serta risiko penggunaan yang memicu penularan dari aerosol yang dihasilkan ventilator. “Ada isu tentang ventilator yang diperebutkan, hingga ada juga kabar tentang minimnya pengaruh ventilator karena akhirnya pasien Covid-19 tetap berjatuhan setelah menggunakan.”

Pada paparan pertama, Kenanga memaparkan langkah-langkah yang ditempuhnya di RSUD Ulin terkait tindakan intubasi pada pasien Covid-19 sebagai salah satu langkah penanganan. “Namun harus diingat, tindakan intubasi berisiko pada penyebaran virus karena tindakan dilakukan langsung pada pernafasan pasien dan memicu aerosol. Sehingga yang dilakukan, kita harus bertindak cepat ketika pasien sudah mengalami nafas cepat dan berbagai kondisi lainnya, namun keselamatan yang utama. Hanya bertindak dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap karena pada tindakan ini sangat mungkin pasien mengalami batuk, bersin dan mengeluarkan dahak,” ujar Kenanga.

Prioritas keamanan itu pula, kata Kenanga, yang membuat perumusan aturan, tanpa APD, dalam kondisi apa pun tenaga kesehatan tidak akan melakukan tindakan berisi tinggi, termasuk intubasi. “Intinya, harus akurat, upayakan tindakan langsung berhasil, tanpa terburu-buru tapi juga tidak terlambat. Batasi juga jumlah orang yang berada dalam ruangan yaitu hanya tiga orang, yaitu intubator, asisten serta pemberi obat sekaligus yang bertugas memonitor pasien. Selain itu, ada seorang runner yang berada di luar ruangan yang akan membantu dengan segera jika terjadi kondisi darurat.” (IZn – persi.or.id)