PERSI dan Multipolar Gelar Med.tech Podcast Kupas Teleradiologi

webinar persimultipolar 00

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) hari ini, Sabtu 26 September 2020, menyelenggarakan PERSI Med.tech PODCAST 1.0. (PMT) yang ke-5 bekerjasama dengan PT. Multipolar Technology Tbk. Tema pada Webinar yang disiarkan langsung melalui YouTube itu bertema Teleradiologi Rumah Sakit – Sentralisasi PACS pada Grup Rumah Sakit untuk Peningkatan Efesiensi.

webinar persimultipolar 00

Ketua Umum PERSI dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes menyatakan teleradilogi adalah upaya memenuhi standar mutu pelayanan RS yang mensyaratkan pengambilan keputusan yang didasarkan bukti atau evidence based medicine. “RS tidak boleh sombong, harus mau berhubungan dengan pihak lain, termasuk dengan memanfaatkan teknologi, termasuk yang dikembanglan Multipolar. PERSI saat ini menunaikan tugas mendidik RS dengan menyelenggarakan acara ini,” ujar Kuntjoro.

Narasumber lainnya yang berbicara dalam acara ini adalah dr. Rachmat Mulyana M., Sp.Rad, Wakil Sekretaris Jenderal PERSI serta Dr. dr. Rusli Muljadi, Sp.Rad(K) dari Siloam Radiologi Indonesia (SRI) Teleradiologi yang memaparkan Potensi dan manfaat di Indonesia, Pengalaman SRI &Kendala. Ada pula dr. Sri Inggriani, Sp.Rad(K) dari SRI yang menjelaskan tentang Teleradiologi, Potensi dan manfaat di Indonesia, Pengalaman SRI & Kendala, dr. Novita Widyawaty dari SRI yang menjelaskan tentang How to manage cross-reporting within group hospitals (Smart Assign) serta Adi Rahayu dan Hiro Park dari PT. Multipolar Technology PACS Structure for Group Hospital (Distributed Server & Emergency Cache Server). Sementara, panelis yang hadir antara lain Ir. Tony Seno Hartono, M.Ikom dari PI ISM PERSI.

webinar persimultipolar 01

“RS harus beradaptasi dengan digitalisasi karena didesak oleh pandemi. Salah satu penerapannya adalah teleradiologi, di antaranya sinar X, MRI, USG, pengukuran kepadatan tulang dan CT Scan yang kini diperlukan cepat dan tepat. Sistem memungkinkan gambar dari hasil proses radiologi itu dibaca oleh dokter radiologi yang bisa berada di mana pun, untuk dibaca dan hasilnya dikirim ke RS tersebut,” kata Rachmat.

Rachmat menjelaskan, di Indonesia, implementasi radiologi ini dinaungi Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yaitu Perkonsil No 74 tahun 2020 tentang Kewenangan Klinis dan Praktik Kedokteran Melalui Telemedicine pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia.

“Namun tentu saja masih ada beberapa celah yang harus diatasi, misalnya isu soal keamanan data, serta biaya untuk implementasi teknologi ini yang hingga kini masih lebih murah jika dilaksanakan dokter radiologi yang ada di RS, dibandingkan dikirim ke lembaga penyedia jasa pembaca hasil radiologi. Celah berikutnya adalah belum semua RS yang menerapkan sistem informasi RS yang juga digital, karena percuma saja penghematan dengan tidak adanya cetak film tapi kemudian masih dicatat di kertas,” ujar Rachmat.

webinar persimultipolar 02Rusli pada sesi berikutnya menjelaskan, masalah rasio dokter radiolog dengan fasilitas kesehatan belum mencukupi di Indonesia bisa dipecahkan oleh teleradiologi. “Dengan data yang masuk ke sistem digital, maka gambar yang diperoleh bisa menjadi sumber pembelajaran antarspesialis, calon dokter bahkan ketika satu dokter mengalami masalah, maka sejawatnya bisa ikut mendiskusikannya,” ujar Rusli.

webinar persimultipolar 03

Sementara, Sri Inggriani, Sp.Rad(K) mengungkapkan SRI telah memiliki tenaga radiolog dari berbagai RS milik kelompok Siloam yang terlebih dulu diuji kredensialnya dan secara rutin juga mengikuti rekrendensial untuk memastikan kinerja mereka tetap terjamin. “Kami melakukan rekrutmen, pelatihan dan pengujian untuk memastikan tenaga yang kami miliki di SRI melakukan kerjanya secara optimal,” kata Sri Inggriani.

webinar persimultipolar 04

Hal senada juga diungkapkan oleh Novita. Ia menjelaskan, kelompok Siloam mulai 2019 telah melaksanakan teleradiologi yang terkonsolidasi dan terintegrasi. “Kami melaksanakan program pemeriksaan silang untuk menghasilkan hasil yang optimal, serta pengaturan jadwal bagi dokter jaga malam yang harus siap ditelepon.” kata Novita.

webinar persimultipolar 05

Adi Rahayu menambahkan, solusi PACS atau Picture Archiving and Communication System mutlak diperlukan dalam penerapan teleradiologi. Dengan PACS maka foto radiologi dapat disimpan secara digital pada sistem database terpusat (single database) dengan kualitas citra medis yang tinggi. Sehingga memberikan efesiensi berupa penurunan biaya pencetakan, penyimpanan, dan pemeliharaan film radiologi.

“Penerapan konsep distributed server maka setiap RS dapat dengan cepat mengakses gambar yang dibutuhkan pada lokal RS tersebut, ” ujar Adi.

Gambar radiologi, lanjut Adi, akan secara otomatis tersimpan dan terkonsolidasi pada lokasi pusat data secara aman. Maka citra radiologi juga akan selalu tersedia bagi semua RS sewaktu-waktu dibutuhkan, baik untuk kebutuhan cross-reporting antar RS, riset, dan juga pendidikan. (IZn – persi.or.id)