Peringati HUT RSUP Persahabatan, Menkes Targetkan Jadi Rujukan Asia Tenggara dan Mengampu RS Lain

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menghadiri puncak peringatan HUT RSUP Persahabatan pada Selasa (16/11). Acara yang digelar secara daring dan luring tersebut, turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenkes, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir, Direktur Utama RSUP Persahabatan, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Penyakit Menular Langsung, Duta Besar Rusia untuk Indonesia serta jajaran direksi dan karyawan RSUP Persahabatan.

RSUP Persahabatan dibangun atas kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Rusia, kini telah berstatus sebagai RS Rujukan Nasional untuk penyakit respiratory (pernafasan) telah memasuki usia ke-58 pada 7 November 2021. Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan jalannya acara yang dikemas dalam acara yang menarik dan menyehatkan, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku.

“Pandemi menjadi momentum seluruh negara di dunia termasuk Indonesia untuk mempercepat lahirnya berbagai inovasi agar semakin siap menghadapi kedaruratan di bidang kesehatan di masa depan. Sebagai RS yang fokus pada pelayanan kesehatan paru, RSUP Persahabatan harus terus berbenah. RS vertikal harus bisa menjadi rujukan minimal di level Asia Tenggara. Untuk mencapainya, bisa dimulai dengan peningkatan kinerja, mutu pelayanan serta SDM kesehatan,” ujar Budi Gunadi.

Selain itu, Budi Gunadi mengingatkan, RS Vertikal harus bisa menjadi pengampu bagi RS di daerah sekitarnya, minimal satu RS di daerah lain yang membutuhkan pendampingan dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. “Jangan hanya pintar sendirian tapi harus bisa menularkan kepintaranya ke RS-RS di seluruh provinsi.”

Menkes menyebutkan, penyakit pernafasan menyebabkan banyak kematian bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia. “Saya titip kepada teman-teman di persahabatan mengingat bahwa penyakit pernafasan ini sudah menimbulkan korban di seluruh dunia maka RS Persahabatan harus menjadi salah satu RS Rujukan dunia baik dari penelitian, teknologi dan SDM kesehatannya agar bisa mencegah dan mengobati supaya tidak terjadi lagi,” terang Menkes.

Budi Gunadi menekankan, menggandeng berbagai pemangku kepentingan, seperti perguruan tinggi dan lembaga penelitian, RS vertikal termasuk RSUP Persahabatan harus aktif melakukan berbagai penelitian dan pengembangan guna menemukan kebaruan berbasis bukti. “Riset simultan itu akan membuat RS vertikal bisa menjadi rujukan, tidak hanya regional tetapi juga internasional. Untuk itu, RS vertikal harus reach out ke perguruan tinggi, lembaga riset di dalam negeri maupun luar negeri, supaya bisa menjadi rujukan regional. Banyak perguruan tinggi yang punya spesialis paru, rangkul dan ajak untuk bergabung.” (IZn -persi.or.id)