Pengurus PERSI Tonang Dwi Ardyanto Raih Penghargaan Achmad Bakrie

Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang juga Wakil Direktur Diklit Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK(K), PhD, FISQua meraih Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XVIII 2022.

Tonang bersama Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) dari FK Universitas Indonesia meraih penghargaan PAB kategori Kedokteran. Keduanya, menurut rilis PAB dinilai telah memberikan sumbangsih sinergis antara bidang klinis-epidemologis dan pulmonologis-kesehatan publik. Kontribusi keduanya dinilai membantu Indonesia menghadapi pandemi global Covid-19 dengan hasil yang dipujikan oleh dunia internasional.

PAB 2002 ini merupakan kali pertama digelar setelah pandemi setelah sempat absen dua tahun. Ketua Penyelenggara PAB XVIII 2022, Aninditha Anestya Bakrie memaparkan, PAB tahun ini spesial karena hadir dengan lima kategori, dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 sekaligus memperingati HUT ke-80 Kelompok Usaha Bakrie.

“Tema PAB tahun ini sama dengan tema HUT ke-80 Bakrie yaitu Generasi Bangun Negeri,” jelas Aninditha, Jumat, 12 Agustus 2022.

Tonang yang juga dosen Fakultas Kedokteran (FK) dan Pascasarjana UNS meraih S1 di kampus tempatnya mengajar pada 1999, lulus PhD di Tottori University Japan pada 2006 serta menjadi SpPK di PPDS UNS pada 2011. Sebagai anggota Pengurus Pusat PERSI, Tonang aktif menjadi pembicara dan narasumber di berbagai seminar baik luring maupun daring, termasuk dalam upaya penguatan yang dilakukan PERSI pada kalangan perumahsakitan.

Selain itu, Tonang juga aktif di Bidang Organisasi Pengurus Pusat PDS Patklin (Perhimpunan Spesialis Patologi Klinik Indonesia) serta Bidang Laboratorium Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19.

PAB 2022 juga diberikan pada Nirwan Dewanto dalam kategori sastra. Ia dinilai telah menghasilkan aneka karya yang secara sadar membebaskan diri dari batasan sejarah sastra nasional, dan yang mengolah khazanah Indonesia dengan cara yang peka pada perkembangan sastra dunia.

Ada pula Mohtar Mas’oed dalam kategori pemikiran sosial. Ia dinilai berkontyribusi untuk kepeloporan pendekatan analisis struktural non-Marxian atas kenyataan ekonomi-politik di Indonesia dan dunia internasional yang memperkaya khazanah pemikiran akademik tanah air.

Selain itu, PAB 2022 juga diberikan pada Tim Peneliti Arkeologi Lukisan Gua Purba Indonesia dalam kaegori Sains yaitu Adhi Agus, Pindi Setiawan, Basran Burhan, Budianto Hakim, dan Rustan LP. Santari. Mereka meriset temuan aneka lukisan figuratif tertua di dunia, di gua purba Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan yang menggeser paradigma arkelogi Indonesia dan memperkaya pengetahuan tentang evolusi kognitif di Bumi.

Sementara, PAB 2022 kategori Ilmuwan Internasional Berjasa Untuk Indonesia diberikan pada R. William Liddle untuk pengabdian intelektual sepanjang enam dekade menelaah aneka perkembangan politik dan pelembagaan demokrasi, disertai kerja membangun generasi baru ilmuwan politik di Indonesia.

Aninditha mengungkapkan PAB yang diselenggarakan oleh Keluarga Bakrie melalui Yayasan Achmad Bakrie, bekerjasama dengan Freedom Institute dan Kelompok Usaha Bakrie yang sudah berusia 20 tahun ini kembali digelar dan menjadi tradisi tahunan yang akan terus dilanjutkan.

“Kecintaan kakek saya, Achmad Bakrie, terhadap ilmu pengetahuan dan sastra yang menjadi dasar kami mengadakan PAB. Untuk ikut menghargai dan memberikan tempat serta apresiasi kepada orang-orang yang telah berkontribusi dan berjasa bagi Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan kesusastraan,” ujar Ditha yang merupakan putri kedua Aburizal Bakrie.

Sejak digelar pertama kali pada tahun 2003 sampai penyelenggaraan terakhir di tahun 2019, PAB telah memberikan penghargaan pada 76 penerima. Para penerima merupakan tokoh dan lembaga yang menghasilkan karya luar biasa dan inspiratif yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara, malam penganugerahan PAB XVIII/2022 Generasi Bangun Negeri akan diselenggarakan pada Sabtu, 20 Agustus 2022 pukul 20.30 WIB dan disiarkan tvOne, live streaming di website tvOne, selain itu viva.co.id dan ANTV.

PAB merupakan perwujudan amanah dari Almarhum H. Achmad Bakrie (1916-1988) yang tertuang dalam filosofi ‘Trimatra Bakrie’ yaitu: keIndonesiaan, kemanfaatan dan kebersamaan. Amanah tersebut dijalankan oleh generasi-generasi penerusnya yang berkomitmen terhadap pembangunan bangsa sekaligus untuk tetap menghargai karya-karya terbaik anak bangsa yang kreatif, inovatif dan memiliki pengaruh positif terhadap kemajuan Indonesia.

Anggota pendiri PAB, Rizal Mallarangeng mengungkapkan, gelaran PAB tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Tahun ini ada penghargaan khusus untuk ilmuwan internasional yang memiliki jasa besar untuk Indonesia,” ungkap Rizal yang juga merupakan founder dan Direktur Eksekutif Freedom Institute. (IZn – persi.or.id)