Pelatihan Penulisan Skenario Pembiayaan RS Kupas Ketersediaan Spesialis

::cck::9::/cck::
::introtext::

Jakarta – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) bekerjasama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan sesi pertama Pelatihan Penyusunan Skenario Pembiayaan Rumah Sakit (RS), Kamis (13/9).

::/introtext::
::fulltext::

Pelatihan yang juga diselenggarakan melalui Webinar itu diselenggarakan dari kantor Sekretariat PERSI, Jakarta Selatan serta PKMK UGM.

Webinar kali ini menghadirkan Direktur PKMK yang juga ketua minat magister Manajemen Rumahsakit (MMR) UGM, Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS, serta dr. Jon Paat, M.Kes, Pengurus PERSI Daerah Papua. Tema yang dikupas, ketersediaan tenaga dokter spesialis di RS serta distribusinya.

Keduanya mengupas berbagai data, kebijakan dan kondisi terkini terkait ketersediaan dokter spesialis. Fenomena dokter spesialis terkumpul di pulau Jawa serta wilayah Indonesia barat lainnya, pun wilayah-wilayah yang lebih prospektif secara ekonomi, kata Adreasta masih menjadi tantangan bagi dunia kesehatan Indonesia, juga kalangan perumahsakitan.

“Selain masalah distribusi sebaran wilayah, kita perlu memikirkan soal bidang keahlian. Ketika beberapa tahun lalu, Kementrian Kesehatan memprioritaskan pasokan dokter anastesi, maka kini hasilnya sudah terlihat di daerah-daerah tertentu. Namun, bagaimana dengan ortopedi, ketika pemerintah membangun jalan-jalan yang mulus, sebagai antisipasi, apakah sudah ada dokter bedah tulang yang cukup hingga ke penjuru Indonesia,” kata Andreasta.

Andreasta juga menyoroti jumlah spesialis kebidanan yang di daerah-daerah tertentu telah melebihi kapasitas hingga tindakan operasi sesar dilakukan dua dokter sekaligus.

Sementara Jon mengungkapkan, kendati Papua pun mengalami hal yang sama, namun Merauke telah mencapai angka kecukupan dokter spesialis. “Ini tentu terkait dengan kondisi bagaimana situasi ekonomi di wilayah tertentu, ketika pertumbuhannya baik, maka dokter akan senang tinggal di sana,” ujar Jon.

Sebagai solusi mengatasi maldistribusi, keduanya menawarkan konsep, dokter umum yang telah memutuskan bermukim di wilayah tertentu, bisa ditingkatkan kapasitasnya dengan sistem pelatihan tertentu.”Supaya dia bisa melakukan sesar, tentu dengan batasan-batasan tertentu,” kata Andreasta. (IZn – persi.or.id)

::/fulltext:: ::cck::9::/cck::