Pasien Omicron Bisa Isoman, Syaratnya Usia Di Bawah 45 Tahun Serta Tidak Punya Komorbid

Pasien konfirmasi Omicron saat ini bisa melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah dengan syarat berusia 45 tahun ke bawah, tidak memiliki komorbid, dapat mengakses telemedicine atau layanan kesehatan lainnya, serta berkomitmen untuk tetap diisolasi sebelum diizinkan keluar.

Syarat lainnya, pasien harus dapat tinggal di kamar terpisah, lebih baik lagi jika lantai terpisah, ada kamar mandi di dalam rumah terpisah dengan penghuni rumah lainnya dan dapat mengakses pulse oksimeter.

Ketentuan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022. Sebelumnya, Menkes mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 30 Desember 2021.

Pada Surat Edaran dengan Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 disebutkan, seluruh kasus probable dan konfirmasi varian Omicron baik yang bergejala maupun tidak bergejala harus dilakukan isolasi di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan COVID-19 didasarkan studi awal di Denmark, Afrika Selatan, Kanada, Inggris dan Amerika Serikat. Di negara-negara tersebut, risiko perawatan di rumah sakit lebih rendah dibandingkan varian Delta namun penelitian lebih lanjut terkait Omicron masih terus dilakukan.

Selanjutnya, pada 14 Januari 2022 Indonesia telah melaporkan 644 kasus varian Omicron yang sebagian besar merupakan pelaku perjalanan dari luar negeri (PPLN) sebanyak 529 kasus. Sedangkan kasus lainnya, 115 kasus merupakan transmisi lokal. Sehingga, dibutuhkan penyesuaian kebijakan upaya penanganan kasus COVID-19 varian Omicron dengan menerbitkan surat edaran baru, salah satunya tentang isolasi mandiri.

“Dalam surat edaran baru Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 disebutkan, pasien konfirmasi COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah. Jika pasien tidak memenuhi syarat klinis dan syarat rumah, maka pasien harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat. Selama isolasi, pasien harus dalam pengawasan Puskesmas atau Satgas setempat,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi di Jakarta.

Sedangkan isolasi terpusat dilakukan pada fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau swasta yang dikoordinasikan oleh Puskesmas dan dinas kesehatan. (IZn – persi.or.id)