Pasca Lebaran Keterisian RS Naik 20-25%, Menkes Tegaskan Masih Aman

Berdasarkan pengalaman empiris di setiap libur panjang sebelumnya, yaitu libur panjang Natal dan Tahun Baru, libur panjang Idul Fitri 2020, dan libur panjang lainnya, kenaikan kasus COVID-19 itu akan mencapai puncaknya 5 sampai 7 minggu.

“Sehingga, kemungkinan kenaikan kasus pasca liburan Idul Fitri 2021, diperkirakan akan mencapai puncaknya di akhir Juni,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Kesiapan rumah sakit, lanjut Budi Gunadi, perlu dipastikan, terutama ketersediaan tempat tidur yang saat ini mencapai 72 ribu. “Kondisinya saat ini rumah sakit (RS) mengalami peningkatan pasien. Tempat tidur beberapa waktu lalu sempat sampai di titik terendah sekitar 20 ribu, namun sekarang sudah naik sekitar 25 ribu yang terisi, atau naik 20% sampai 25%. Namun, masih ada cukup kapasitas yang kita miliki,” tutur Budi.

Hanya ada beberapa kabupaten/kota yang keterisian rumah sakitnya cukup tinggi, seperti Aceh, Kepulauan Riau, dan Provinsi Riau, Jambi, sebagian Jawa Tengah, juga Kalimantan Barat, dan Sulawesi.

“Di Jawa Tengah terjadi peningkatan kasus luar biasa, baik dari sisi kasus konfirmasi maupun juga yang masuk RS. Kendati demikian sudah dengan cepat ditindaklanjuti. Daerah yang kapasitas RS nya penuh, pasien disalurkan ke daerah-daerah terdekat.”

Selain itu, sebanyak 140 tenaga kesehatan di Kudus juga terpapar COVID-19. Namun, karena mereka sudah divaksinasi sehingga sebagian besar adalah OTG dan bisa lebih cepat sembuh.

“Sekarang tren lagi naik tapi kalau kita disiplin Insyaallah semuanya bisa kita atasi dengan baik, seluruh RS dan obat-obatan juga sudah kita persiapkan,” ucap Budi. (IZn – persi.or.id)