Menkes Resmikan Mandaya Royal Hospital Puri, Apresiasi Fitur Kenyamanan Pasien dan Keluarga

RS Mandaya Royal Puri (MRHP) mendapat apresiasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin karena menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan berstandar internasional yang bisa mencegah masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri.

“Saya ucapkan selamat dan sukses selalu kepada RS Mandaya Royal Puri, mudah-mudahan benar-benar menjadi RS terbaik,” ujar Budi Gunadi saat meresmikan Rumah Sakit Mandaya Royal Hospital Puri (MRHP) yang terletak di Tangerang, Banten pada Sabtu (9/10).

Presiden Direktur Mandaya Hospital Group, Ben Widaja menyatakan RS-nyafokus mengedepankan aspek keselamatan, kenyamanan dan kepuasan pasien yang menjalani pengobatan maupun anggota keluarganya yang tercermin pada kecepatan pasien dalam melakukan recovery.

“Kami memastikan seluruh kenyamanan dan fasilitas tersedia agar mereka bisa berfokus pada proses penyembuhan, termasuk bagi keluarga yang menunggui pasien. Untuk itu, desain dibuat sangat modern dan jauh dari kesan RS pada umumnya, mulai di ruang perawatan, IGD hingga ICU,” ujar Ben.

MRHP, kata Ben, juga mengaplikasikan teknologi digital untuk menunjang pelayanan pasien yang cepat, tepat dan akurat, setara dengan RS di luar negeri. Sehingga dapat menangani rujukan pasien. Terdapat 13 perangkat lunak medis dan nano medis untuk meningkatkan keselamatan pasien dan menstandardisasi tingkat pelayanan medis. “Semua peralatan medis mulai ventilator di ICU, monitor dan seluruh sistem komputer telah terintegrasi otomatis.”

MRHP juga bekerjasama dengan The Clinic Cleveland Clinic serta Royal Brompton & Harefield Hospital, keduanya RS khusus jantung untuk membuat tinjauan medis secara virtual serta meningkatkan pelayanan khususnya jantung.

“Perubahan cara menangani pasien ini bisa turut diaplikasikan di RS-RS lainnya di Indonesia khususnya RS milik pemerintah. Nantinya RS tidak hanya fokus dari segi pelayanan medisnya saja, namun juga mengedepankan aspek kenyamanan untuk pasien dan keluarganya. Kadang RS suka lupa memikirkan bagaimana memberikan layanan tinggal di rs, karena RS adalah tempat tinggal yang tidak nyaman, sebagus apapun rumah sakitnya. Untuk itu, RS harus dibuat nyaman,” kata Menkes yang menjanjikan mengajak beberapa dirut RS vertikal Kemenkes meninjau MRHP. (IZn – persi.or.id)