Keterisian RS Masih 50%, Kemkes Nilai Masih Aman

Kesiapan rumah sakit (RS), obat-obatan, dan alat kesehatan untuk penanganan COVID-19 di Indonesia tercukupi. Saat ini persentase keterisian tempat tidur di RS mencapai 50% sehingga masih dapat menampung pasien COVID-19 apabila terjadi peningkatan.

“Pemerintah juga telah menyiapkan strategi apabila tiba-tiba terjadi lonjakan yang signifikan dari kasus baru COVID-19 yang membutuhkan perawatan. Manakala tingkat keterisian tempat tidur meningkat di atas 50% atau bahkan sampai 100 persen, Kementerian Kesehatan meminta rumah sakit untuk melakukan penataan tempat tidur untuk pasien COVID-19, tentunya dengan ruang isolasi dan ruang ICU,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta secara daring, kemarin.

Selain itu, lanjut Kadir, ketersediaan obat dan alat kesehatan juga sudah sangat mencukupi.

Sementara, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Budi Hidayat mengatakan pihaknya bersama fasilitas layanan kesehatan terus melakukan pelacakan di tingkat kecamatan sampai dengan Puskesmas rasionya 1 : 30, yaitu satu pasien berbanding 30 orang yang dilacak. Pelacakan dilakukan secara agresif di tingkat kecamatan, terutama yang memiliki kerumunan dalam jumlah massa besar. Selain itu, melakukan pemantauan lebih intensif terjadinya penularan pada 14 hari ke depan.

“Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 melakukan percepatan pelacakan kontak erat pasien COVID-19 dengan menerjunkan lebih dari 5.000 orang pelacak kontak di 10 provinsi prioritas penanganan COVID-19. (IZn – persi.or.id)