Kemenkes Wajibkan Fasyankes, Termasuk RS Pasang Pedulilindungi

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) memasang QR Code yang terintegrasi dengan aplikasi Pedulilindungi di setiap akses pintu masuk dan keluar. Ketentuan itu diberlakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 ditengah mulai tingginya mobilitas masyarakat di fasilitas pelayanan kesehatan pasca meredanya pandemi.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3933/2021 tentang QR Code Pedulilindungi Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan berlaku untuk rumah sakit, puskesmas, klinik serta laboratorium kesehatan.

“Pemasangan QR Code Pedulilindungi dimaksudkan untuk mengetahui jumlah pengunjung, mempermudah pelacakan pegawai maupun pengunjung yang datang ke fasyankes baik milik pemerintah dan swasta serta pendataan situasi COVID-19 di lokasi tersebut. Dengan demikian, protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik,” ujar Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Prof Abdul Kadir seperti dikutip dalam situs Kemenkes.

Abdul Kadir menginagtkan, meski kasus mereda, Kemenkes terus memperluas pemasangan QR Code di tempat-tempat publik termasuk fasyankes. Tujuannya, mempermudah pemeriksaan dan pelacakan setiap pengunjung yang datang. Jadi mobilitas mereka terpantau terus, kalau ada yang positif jadi lebih mudah terlacak.

“QR Code Pedulilindungi bisa didapatkan dengan mengajukan permohonan kepada pemerintah di laman cmsreg.dto.kemkes.go.id tunggu hingga akun diverifikasi. Buat password untuk aktivasi akun, lalu login di alamat https://cms.pedulilindungi.id. Masukkan detail informasi tempat/lokasi, kemudian unduh, selanjutnya cetak poster QR Code dan letakkan di pintu masuk maupun keluar fasyankes.”

Sistem check-in, lanjut Abdul Kadir, dilakukan dengan memindai QR Code lewat aplikasi Pedulilindungi di handphone/gawai masing-masing pengunjung. Apabila pengujung tidak memiliki gawai maka petugas akan membantu proses verifikasi manual berdasarkan NIK dan nama di situs Pedulilindungi memakai gawai/handphone/komputer yang terkoneksi dengan internet. Jadi pengujung yang tidak memiliki gawai masih bisa masuk ke fasyankes, sepanjang yang bersangkutan memiliki sertifikat vaksinasi COVID-19.

Abdul Kadir meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk aktif melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan QR Code Pedulilindungi di fasyankes masing-masing daerah agar penerapannya dapat berjalan optimal. Kolaborasi ini diperlukan untuk membantu menekan angka penularan COVID-19 terutama di tempat dengan interaksi dan mobilitas tinggi seperti fasyankes. (IZn – persi.or.id)