Kemenkes Uji Coba Interoperabilitas SATUSEHAT, Hubungkan Rekam Medis Puskesmas dan RS

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan uji coba integrasi data dari 738 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Jawa Timur ke dalam sistem SATUSEHAT. Upaya itu merupakan bagian dari upaya menyiapkan Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan primer dalam menjalankan program transformasi teknologi kesehatan.

Upaya uji coba itu dilakukan selama tiga hari untuk menilai kesiapan interoperabilitas antar sistem pencatatan data pasien dengan SATUSEHAT. “Jawa Timur menjadi provinsi permulaan uji coba integrasi puskesmas dengan SATUSEHAT setelah Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes), Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), dan DTO Kemenkes melakukan kunjungan dan penilaian atas aktivitas Puskesmas dalam menggunakan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) pada akhir Agustus lalu,” kata Chief Operating Officer Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes, Daniel Oscar Baskoro seperti dikutip situs DTO.

Jawa Timur, kata Daniel, menjadi provinsi dengan jumlah Puskesmas terbanyak yang memanfaatkan aplikasi SIMPUS secara aktif. SATUSEHAT sendiri merupakan sebuah platform yang mengintegrasikan data, analisis, dan layanan yang mendukung pertukaran data kesehatan individu antar fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

“Integrasi ini dapat membantu simplifikasi input aplikasi dalam rangka meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus mengakomodir kebutuhan program serta menjadi basis pembuatan kebijakan.”

SATUSEHAT menyediakan informasi mengenai kondisi kesehatan masyarakat dengan lebih transparan. Selain data dari Puskesmas, resume rekam medis di rumah sakit nantinya akan tercatat dan terekam secara digital dengan aman melalui persetujuan (consent) pemilik data. (IZn – persi.or.id)