Kemenkes: Pemberian Santunan dan Insentif COVID-19 Kerap Terkendala Kelengkapan Administratif

menkes santunan nakes

menkes santunan nakes

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kadir mengatakan pemberian santunan dan insentif bagi tenaga kesehatan yang bertugas melawan COVID-19 merupakan instruksi langsung dari presiden. Insentif langsung dicairkan, dan ditransfer ke rekening masing-masing tenaga kesehatan. Santunan diberikan pada tenaga kesehatan yang gugur sedangkan insentif merupakan penghargaan bagi mereka yang terdaftar dalam surat keputusan direktur rumah sakit yang diserahkan pada Kementerian Kesehatan.

Namun, dalam proses pencairan santunan, kerap dihadapi kendala kelengkapan administrasi di antaranya hasil swab positif, surat tugas, surat keterangan keluarga, surat keterangan kematian.

Kadir mengungkapkan hal itu saat mendampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan yang telah gugur dalam menangani pasien COVID-19 di RSPI Sulianti Saroso. Santunan diberikan langsung kepada keluarga almarhum Iwan Irawan, Amd, M.Kep yang bertugas di RS Restu Kasih Jakarta Timur.

”Saya merasa kehilangan dan duka mendalam, terima kasih tak terhingga serta kehormatan setinggi-tingginya kepada almarhum,” kata Terawan.

Tak hanya penghargaan dan santunan, Menkes Terawan juga menyerahkan insentif kepada tenaga kesehatan di RSPI. Insentif diberikan secara simbolis langsung oleh Menkes kepada perwakilan dokter spesialis, perwakilan dokter umum, perwakilan perawat, perwakilan analis kesehatan, dan perwakilan sanitarian. (IZn – persi.or.id)