Kemenkes: Hindari Penularan Covid-19, Dokter Layani Pasien dengan Telemedicine

menkes drterawan

menkes drterawan

Kementrian Kesehatan telah merilis Surat Edaran nomor HK.02.01/MENKES/303/2020 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 tertanggal 29 April 2020. Surat Edaran itu menjelaskan, pelayanan kesehatan dilakukan melalui telemedicine untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari kegiatan pelayanan kesehatan.

Surat Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), dan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) di seluruh Indonesia.

Telemedicine merupakan pelayanan kesehatan yang dilakukan dokter menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendiagnosis, mengobati, mencegah, dan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien. Kegiatan itu dilakukan sesuai kompetensi dan kewenangannya, yang dibuktikan dengan surat tanda registrasi (STR) dengan tetap memperhatikan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Pelayanan telemedicine bisa dilakukan antara dokter dengan pasien, atau antar dokter.
‘Dokter yang memberi pelayanan telemedicine kepada pasien juga bertanggung jawab terhadap keamanan data pasien,” kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, baru-baru ini.

Kewenangan dokter dalam memberikan pelayanan telemedicine meliputi anamnesa, pemeriksaan fisik tertentu yang dilakukan melalui audiovisual, pemberian anjuran yang dibutuhkan berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang atau hasil pemeriksaan fisik tertentu, penegakkan diagnosis, penatalaksanaan dan pengobatan pasien, penulisan resep obat atau alat kesehatan, penerbitan surat rujukan untuk pemeriksaan atau tindakan lebih lanjut ke laboratorium atau fasilitas pelayanan kesehatan sesuai hasil penatalaksanaan pasien.

Terawan memaparkan, nantinya hasil pelayanan telemedicine dicatat secara digital atau manual oleh dokter sebagai dokumen rekam medik yang terjaga kerahasiaannya, serta dipergunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (IZn -persi.or.id)