Kasus COVID-19 Naik, RS Kembali Siaga, adalah Alarm

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 secara virtual, Selasa 21 Juni 2022 menyatakan kenaikan kasus positif belakangan ini menjadi peringatan. Protokol kesehatan harus kembali dikencangkan dan setiap individu turut bertanggungjawab melindungi diri dan untuk orang-orang terdekatnya.”

Wiku memaparkan fakta terkini kenaikan kasus COVID-19 di antaranya selama 6 hari berturut-turut, kasus terus berada di atas angka 1000, padahal dalam 2 bulan terakhir dibawah 1.000 kasus. “Meskipun angka kenaikan itu masih terbilang tidak tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk,tetapi merupakan alarm yang perlu diwaspadai. Kenaikan terbanyak terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten,” kata Wiku.
Selain itu terjadi pula kenaikan kematian mingguan dari 28 menjadi 44 kasus, persentase kesembuhan masih tinggi yakni 97,28%. “Testing menjadi salah satu indikator penting untuk meningkatkan keakuratan jumlah kasus.”

Wiku menegaskan, angka positivity rate mingguan masih tergolong aman yaitu dibawah 5%, namun harus diwaspadai, karena terjadi kenaikan selama 4 minggu berturut-turut. Guna mengantisipasinya RS diminta kembali siaga dengan menyediakan isolasi terpusat serta layanan dan fasilitas rujukan.

“Selain itu perlu ditingkatkan pula kesadaran testing, terutama bagi mereka yang bergejala atau telah berkontak erat. Pemerintah daerah pun harus kembali memastikan tempat testing tersedia dan mudah dijangkau.Upaya treatment dikuatkan, perlindungan kepada kelompok rentan juga ditingkatkan, serta terus mendorong vaksinasi pada penderita komorbid, anak-anak dan lansia.” (IZn – persi.or.id)