Jaminan Kesehatan Semesta Terus Diperkuat Agar Semua Masyarakat Bisa Akses Layanan Kesehatan

Implementasi program Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) akan terus diperkuat dan diperluas. Program itu menjamin seluruh masyarakat Indonesia mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif.

UHC juga terkait dengan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional yang dilaksanakan BPJS Kesehatan yang juga menjadikan rumah sakit (RS) sebagai fasilitas kesehatan yang menjaid mitra pelaksana.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan UHC terbukti berperan sangat signifikan dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19. “Ke depan, kami akan terus memperkuat dan memperluas layanan kesehatan primer, termasuk puskesmas, untuk mencapai target UHC. Indonesia memiliki fondasi kesehatan masyarakat yang kuat dengan 10.205 Puskesmas yang selama pandemi terdepan melindungi kesehatan masyarakat. Program UHC juga menghapuskan hambatan finansial bagi masyarakat dalam menjangkau pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu. Semua kasus terkait COVID-19 dari ringan hingga berat ditanggung anggaran negara,” kata Budi Gunadi di Jakarta (18/11).

Budi Gunadi menekankan, penguatan dan perluasan UHC akan difokuskan pada tiga indikator utama yaitu akses, cakupan, dan perlindungan finansial untuk peserta.

“Saat ini kebijakan Kementerian Kesehatan akan lebih fokus pada penguatan sistem perawatan primer, meningkatkan cakupan pelayanan di seluruh daerah, dan memastikan semua orang memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu tanpa hambatan finansial.”

Untuk meningkatkan akses, pemerintah terus mengurangi ketimpangan kesiapan pasokan, sehingga siapa saja yang ingin berobat melalui JKN benar-benar dapat dilayani. Artinya dokter, teknologi, dan obat-obatan serta komponen lainnya sudah siap. (IZn – persi.or.id)