IDMS 2021 Tumbuhkan Komunitas Digital Kesehatan

Jakarta, 24 Maret 2021,
Indonesia Digital Medic Summit (IDMS) 2021 akan menumbuhkan komunitas kesehatan digital Indonesia yang berkolaborasi dan saling menguatkan. Pandemi telah memicu pertumbuhan industri kesehatan dengan sangat cepat, ke depan rumah sakit harus menjadikan digitalisasi sebagai motor pertumbuhan dengan berinvestasi pada peranti maupun sumber daya manusianya.

Demikian terungkap dalam Seminar Health Innovation Beyond Pandemic, Penguatan Pelayanan Kesehatan Selama Masa Pandemi dan Setelahnya (Post Pandemi) yang diselenggarakan dalam rangkaian IDMS 2021 pada Selasa, 23 Maret 2021.

IDMS 2021 diselenggarakan Pusat Digital dan Informasi PERSI (PDPERSI) bekerja sama dengan Komunitas Digital Medis dan Rumah Sakit Indonesia (KITRAS) bergandengan dengan perhimpunan dan asosiasi kesehatan di Indonesia secara virtual. Berbagai tema terkait digitalisasi di bidang kesehatan dikupas pada 15 hingga 31 maret 2021, mempertemukan kalangan perumahsakitan dengan ekosistem digital dalam bentuk seminar dan pelatihan, baik berbayar maupun tidak berbayar.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr.Kuntjoro Adi Purjanto, MKes saat membuka seminar mengungkapkan, digitalisasi adalah kunci agar dunia kesehatan, termasuk rumah sakit di Indonesia, tidak tertinggal. Namun, ia mengakui tidak mudah bagi institusi sekompleks rumah sakit untuk berubah.

“Sehingga event ini diselenggarakan untuk belajar. Rencananya acara perdana ini akan diselenggarakan setiap tahun untuk kalangan kesehatan, perumahsakitan dan para mitra, khususnya 18 Asosiasi rumah sakit mitra PERSI,” ujar Kuntjoro.

Ketua Panitia IDMS 2021 dr. Grace Cielia, MKK memaparkan pihaknya didukung 12 organisasi kesehatan, 10 perusahaan teknologi informasi dan start up atau perusahaan rintisan kesehatan. “Kami menyelenggarakan 11 pelatihan dan satu seminar, serta 5 Talkshow. Setiap sesi pelatihan diikuti 500-800 orang dengan total pengunjung hingga hari ini mencapai lebih dari 10.080 orang. “Ke depannya, kami menyediakan platform yang bisa digunakan oleh organisasi mitra untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan dengan lebih efisien, praktis dan video dan materinya bisa diakses kapan pun pasca acara,” kata Grace.

2021, Kemenkes Rilis Regulasi

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya, SKM., MARS menyatakan pihaknya tengah menyusun regulasi terkait implementasi teknologi tenologi informasi termasuk untuk telemedicine dan e-health. “Regulasi yang telah disusun di antaranya Permenkes No 20/2019 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Telemedicine antar Fasilitas Pelayanan Kesehatan, sedangkan yang tengah dalam tahap penyusunan yaitu tentang electronic medical record serta telemedicine to patient serta berbagai rancangan regulasi lainnya,” ujar Budi Gunadi.

Sebagai langkah mempersiapkan langkah era pasca pandemi ini, lanjuit Budi Gunadi, para pemangku kepentingan di dunia kesehatan harus terus mengoptimalisasi teknologi kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan yang tetap mengutamakan keselamatan pasien. Konsep e-health dapat dikembangkan dengan mengelaborasi pengembangan infrastruktur IT, membangun kolaborasi dengan sistem sektor swasta dan lembaga profit. Selanjutnya, juga akan dikembangkan center of excellence dan jejaring e-health sebagai modal sistem informasi kesehatan publik untuk keperluan survailans, respons time dan emergency,

“Sesuai tema yang diangkat pada acara ini saya berharap para tenaga kesehatan maupun fasilitas layanan kesehatan mampu lebih menggali diri dalam pengembangan serta implementasi teknologi komunikasi dan informatika ini. Sehingga, membangun ekosistem integrasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan dapat benar-benar diimplementasikan dalam era pascapandemi mendatang.”

Sementara, Kepala Sub Bagian Advokasi Hukum dan Humas Ditjen Yankes Kementerian Kesehatan Rico Mardiansyah. Rico menyatakan telemedicine di masa pandemi sangat berkembang pesat, baik yang dikembangkan start up maupun rumah sakit.

Rico menyatakan Kementerian Kesehatan mendukung sepenuhnya penerapan teknologi kesehatan di RS, termasuk dengan menerbitkan aplikasi baik bagi rumah sakit yaitu Telemedicine Indonesia (Temenin) maupun yang ditujukan bagi masyarakat yaitu SehatPedia. “Tujuan aplikasi itu juga untuk menunjukkan bahwa kami juga merespon perkembangan ini.”

“Pandemi ini kian menyuburkan inovasi rumah sakit yang berusaha bertahan untuk tetap memberikan pelayanan. Fakta lainnya, pemanfaatan teknologi di Indonesia tidak berbeda signifikan antara urban dan daerah. Ini menjadi kabar baik karena Indonesia terdiri atas 17.504 pulau dengan 269 juta penduduk, dengan potensi pasar industri kesehatan digital pada 2017 mencapai 85 juta dollar AS dan pada 2022 diperkirakan mencapai 726 juta dollar AS,” kata Rico.

Sementara, Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Johnny Gerard Plate dalam sambutannya yang dibacakan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menyatakan IDMS sangat penting membangun ekosistem kesehatan digital. “Selama masa pandemi, terjadi lonjakan pengguna aplikasi sebanyak 10 kali lipat, dan diprediksi penggunaan telemedicine akan naik 109% dalam 5 tahun ke depan. Riset menunjukkan, penggunaan digitalisasi akan menghemat waktu tunggu saat mengakses layanan kesehatan dari semula 4 jam menjadi 35 menit.

Optimisme serupa juga diungkapkan Dr. dr. Anwar Santoso, Sp.JP(K), FIHA, FASCC yang mewakili Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Ia menyatakan digitalisasi kesehatan telah diakomodir dalam RUU Praktik Kedokteran, dalam pasal 4 menyebutkan tujuan pendidikan kedokteran salah satunya adalah pengembangan kecerdasan buatan, bioinformatika, serta genomic. “RUU ini pun merekomendasikan berdirinya pusat riset pengembangan teknologi kedokteran yang juga melibatkan rumah sakit, organisasi profesi seperti PERSI dan IDI.”

Digitalisasi Rumah Sakit

Pergerakan rumah sakit dalam membangun sistem digitalnya diungkapkan Direktur Umum Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Lies Dina Liastuti, Sp.JP(K), MARS. “Guna menyiapkan diri menghadapi kondisi pascapandemi, kami telah mengundang konsultan untuk memotret kondisi saaat ini dan membandingkan dengan kondisi ideal, sehingga terlihat mana yang harus di-upgrade maupun di-develop. Bagi RSCM yang luasnya 12,5 ha dengan 5.300 pegawai, 628 dokter, 2000 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang terus berganti dan 2.000 perawat, kami perlu membangun sistem sendiri, termasuk telekonsulitasi SiapDok yang masih diperbaiki serta e-medical record, e-resep, e-lab, e-radiologi serta e-tranfusi darah,” kata Lies.

Langkah serupa juga diungkapkan Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Dr. dr. Fathema Djan Rachmatt, Sp.B, Sp.BTKV(K) MPH. “Pascapandemi, kami akan memadukan pertemuan virtual dan fisik, semua perubahan dalam aspek manajemen ini perlu dibarengi investasi di bidang pelatihan pada para dokter pelatihan, serta tentunya teknologi. Kami sudah melakukannya saat ini, dalam sistem penanganan Covid-19 untuk melindungi dokter dan memungkinkan pelayanan terbaik bagi pasien.”

Sementara, Direktur Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS), dr. Benny H. Tumbelaka, SpOT, MHKes, SpKP, MARS mengungkapkan, digitalisasi yang dilakukan pihaknya mencakup sistem dalam alur kerja tenaga medis, layanan penunjang dan manajemen, serta yang terhubung langsung dengan pasien berupa telekonsultasi. “Agar sukses, digitalisasi perlu didukung penuh manajemen. Dengan Telekonsultasi, diskusi dokter bisa dilakukan kapan pun dan dimana saja, ini juga meliputi pertolongan pertama dan menjadi pilihan yang sangat aman di saat pandemi. Telekonsultasi ini meliputi diagnosa, pemberian saran, termasuk tindakan medis hingga pelayanan farmasi yang kini telah kami aplikasikan sehari-hari.”

Antsipasi pascapandemi BPJS Kesehatan dan Satgas Covid-19

Upaya digitalisasi juga dipaparkan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D, AAK. Aplikasi yang dikembangkan terkait langsung dengan mitra rumah sakit yang saat ini mencapai 2.400, di antaranya sistem informasi ketersediaan tempat tidur yang telah terkomeksi pada 97% mitra rumah sakit namun baru 60% rumah sakit itu yang rutin memperbaharui. Berikutnya, sistem antrian yang sudah diberlakukan di 95% rumah sakit, serta jadwal operasi di 47% rumah sakit.
“Jangan lupakan P-Care yang digunakan pemerintah dalam sistem penanganan Covid-19 yang menyangkut sistem anggaran, rujukan dan klaim rumah sakit. Ke depan kami akan terus mengembangkan digitalisasi ini, untuk mempercepat pencairan klaim, termasuk menggunakan kecerdasan buatan untuk memprediksi klaim, perjalanan penyakit dan mempercepat pencairan klaim,” kata Ali Ghufron.

Upaya percepatan digitalisasi juga dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ketua Bidang Data & IT Dewi Nur Aisyah, SKM, MSc, DIC, PhD mengungkapkan penggunaan teknologi pada tanggap darurat penanganan Covid-19 terbagi atas beberapa tahapan. Pada generasi pertama pihaknya berfokus pada pengembangan Sistem Bersatu Lawan Covid-19 yang mengintegrasikan data laboratorium, rumah sakit, dinas kesehatan, logistik dan aplikasi mobile. Pada generasi berikutnya mulai September 2020, pengembangan dilakukan pada data kesehatan, perubahan perilaku, relawan serta jurnalis. Pada 2021, penguatan data dan digitalisasi dilakukan untuk memantau mobilitas penduduk, transportasi publik, logistik, data pendidikan, indeks vaksinasi, RS darurat dan hotel isolasi, data plasma konvaselen, perlindungan tenaga kesehatan serta pengecekan status kesehatan penumpang.

Tentang IDMS

Indonesia Digital Medic Summit (IDMS) 2021 adalah rangkaian seminar dan pelatihan virtual tenaga kesehatan khususnya rumah sakit untuk melakukan perbaruan berbasis digital. Seluruh acara dilaksanakan virtual. Tema yang dipilih pada kegiatan IDMS perdana ini adalah Health Innovation Beyond Pandemic. (IZn – persi.or.id)

Berita Terkait

  1. Berita Satu
    RS Harus Jadikan Digitalisasi sebagai Motor Pertumbuhan
  2. Medcom.id
    IDMS Tumbuhkan Komunitas Digital Kesehatan
  3. Rakyatmerdeka.id
    Digitalisasi Rumah Sakit, Kunci Dunia Kesehatan Tak Tertinggal
  4. TopBusiness.id
    IDMS 2021 Tumbuhkan Komunitas Digital Kesehatan