IDMS 2021: Tak Ada Lagi Kertas di RS, Dokter Bekerja dengan Ponsel, Tablet dan Aplikasi

Jakarta, 18 Maret 2021,
Digitalisasi rumah sakit kian optimal dengan pengalikasikan perangkat mobile. Peranti itu bisa berupa ponsel atau tablet yang memang telah lazim dalam keseharian kita, serta perangkat mobile lainnya yang didedikasikan untuk kepentingan medis.

Tujuannya, tenaga medis baik dokter maupun perawat tidak harus bekerja di workstation tertentu untuk memasukkan data. Pun, menghemat energi dan waktu karena semua proses terkait data diselesaikan di perangkat yang dioperasikan secara mobile. Dokter dapat memasukkan diagnosa dengan menulis di tablet, memeriksa rekam medis, mengecek ketersediaan farmasi, membaca hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi, hingga memberikan tanda tangan dalam perangkat yang ringan serta mudah dibawa itu.

Tujuan serupa juga bisa dicapai dengan alat kesehatan mobile yang digunakan pasien dan terhubung dengan ponsel dan tablet petugas medis. Sehingga, perekaman data bisa dilakukan secara praktis, saat itu juga serta dengan akurasi yang lebih baik.

Demikian terungkap dalam pelatihan Samsung Mobile Business Insight: “How Mobile Technology Is Revolutionizing Healthcare” pada Rabu, 17 Maret 2021, yang merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Digital Medic Summit (IDMS) 2021. Diselenggarakan virtual, kegiatan IDMS diselenggarakan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) serta PT Info Sarana Medika PERSI pada 15 hingga 31 Maret yang menghadirkan 10 pelatihan, 1 seminar serta Indonesia International Virtual Hospital Expo 2021.

IM Business to Business (B2B) Regional Technical Account Manager Samsung Research Indonesia, Bayu Aji Nugroho memaparkan hal itu dalam paparannya yang berjudul Mobile Convergence Healthcare. “Samsung memiliki solusi bagi berbagai pihak, mulai pasien, rumah sakit serta tenaga kesehatan. Bagi pasien, teknologi ini di antaranya bisa digunakan dalam proses admisi menggunakan ponsel. Selain itu, di tahap diagnosa, untuk pemantauan irama jantung pasien bisa menggunakan S-Patch Cardio. Sedangkan bagi tenaga medis, perangkat mobile dapat digunakan dalam seluruh proses pengobatan hingga monitoring pasien saat mereka di rumah. Sementara untuk kepentingan rumah sakit, solusi ini juga akan memaksimalkan keamanan data,” ujar Bayu.

Riset yang dilakukan Samsung global, lanjut Bayu, menunjukkan sebanyak 81% tenaga medis menyatakan penggunaan teknologi yang tepat akan mengurangi beban kerja serta sebanyak 67% menyakini digitalisasi akan mengurangi tingkat stres. “Tentu kondisi ini sangat relevan dengan situasi pandemi saat ini ketika beban kerja dan stres tenaga medis terus terforsir sehingga harus dilakukan terobosan untuk membantu mereka agar tetap optimal menjalankan tugasnya,” kata Bayu.

Perangkat mobile Samsung yang bisa diadopsi rumah sakit dan tenaga medis itu, kata Bayu, di antaranya tablet yang dilengkapi dengan S Pen, Samsung Galaxy ponsel dengan fitur Samsung DeX, Samsung Knox Capture, S-Patch Cardio dan Scandit yang memudahkan pemindaian data misalnya atas label pemeriksaan contoh darah. “Alat-alat mobile terutama ponsel dan tablet ini tentunya didedikasikan untuk kegiatan medis dan dilengkapi fasilitas Samsung Knox untuk menjamin keamanan data.”

Khusus terkait S-Patch Cardio, dr. Grace Wulansari Darmanto, Product Specialist peranti itu menyatakan pihaknya menawarkan teknologi pemantauan irama jantung yang lebih praktis, efisien sekaligus akurat. “Gangguan irama jantung ini berada di balik stroke dan penyakit jantung. Sebelumnya yang lazim digunakan adalah sistem monitoring yang melibatkan banyak kabel dan beratnya 800 gram. Sehingga, pasien tidak nyaman dan penilaian tidak akurat karena justru pemakainya menjadi enggan bergerak sehingga monitoring tidak optimal. Sementara S-Patch hanya 11 gram dan sangat praktis terhubung langsung dengan ponsel atau jam digital. Data kemudian dapat dengan mudah terbaca oleh dokter secara langsung,” kata Grace.

Saat ini, lanjut Grace, S-Patch Cardio telah didaftarkan di E-Katalog sehingga ke depannya akan memudahkan rumah sakit untuk membelinya, menghemat anggaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi pasien.

Pada sesi itu, hadir pula pihak pengembang aplikasi D’Health, PT. Citraraya Nusatama, Aplikasi ini ditujukan untuk mendukung digitalisasi rumah sakit, khususnya dalam sistem informasi manajemen. “Untuk menghadapi tantangan masa kini, proses digitalisasi akan sangat menghemat waktu dan biaya bagi pasien dan operasional rumah sakit” kata Dori Arstyanto, COO PT Citraraya Nusatama.

Senada dengan para narasumber lainnya, Staf Ahli IT PERSI Tony Seno Hartono dalam paparannya yang berjudul Rumah Sakit Digital dalam Genggaman menyatakan digitalisasi tidak dapat ditolak dan harus menjadi bagian dari investasi rumah sakit. “Transformasi digital akan memunculkan layanan baru mulai dari pendaftaran mandiri pasien, e-medical record, telekonsultasi, teleradiologi, telemedicine, peresepan elektronik hingga monitopring pasien di rumah hingga analisa big data dan kecerdasan buatan,” ujar Tony.

Komitmen Samsung Business to Business untuk mendukung proses digitalisasi rumah sakit diwujudkan dengan penawaran ekslusif bersama dengan D’Health dan S-Patch sebagai berikut:

Tentang IDMS
Indonesia Digital Medic Summit (IDMS) 2021 adalah rangkaian seminar dan pelatihan virtual tenaga kesehatan khususnya rumah sakit untuk melakukan perbaruan berbasis digital. Seluruh acara dilaksanakan virtual. Tema yang dipilih pada kegiatan IDMS perdana ini adalah Health Innovation Beyond Pandemic.

Tentang Samsung Electronics Co., Ltd.
Samsung menginspirasi dunia dan mengukir masa depan melalui ide dan teknologi yang transformatif. Perusahaan ini mendefinisi ulang dunia televisi, smartphone, perangkat wearable, tablet, peralatan rumah tangga digital, sistem jaringan, foundry dan memory, solusi sistem LSI dan LED. Untuk mengetahui solusi terbaru dari Samsung Bisnis Indonesia, silakan kunjungi Samsung Business Indonesia di https://www.samsung.com/id/business/

Berita Terkait:

  1. Tribun Kesehatan
    Digitalisasi di RS, Tak Ada Kertas hingga Dokter Gunakan Ponsel, Tablet dan Aplikasi
  2. VIVA.co.id
    Cara Mudah Cek Rekam Medis: Pasien Nyaman, Nakes Enggak Stres
  3. JPNN.com
    Samsung Mudahkan Para Dokter Bekerja dengan Ponsel, Tablet dan Aplikasi
  4. Liputan6.com
    Digitalisasi di Rumah Sakit, Tanpa Kertas dengan memaksimalkan Gawai
  5. Kedaulatan Rakyat
    Penggunaan Perangkat Mobile di Rumah Sakit
  6. TopBusiness :
    Samsung Hadirkan Solusi Digital untuk RS di Ajang IDMS 2021