Dorong Mobilitas Warga dan Pemulihan Ekonomi, Anggota ASEAN Saling Akui Sertifikat Vaksin

Negara-negara anggota ASEAN saling mengakui sertifikat vaksinasi COVID-19. Langkah ini merupakan strategi bersama untuk keluar dari pandemi COVID-19. Deklarasi saling pengakuan ini merupakan inisiatif Indonesia sebagai pimpinan Pertemuan Menteri Kesehatan se-ASEAN ke-15 atau 15th AHMM yang diselenggarakan di Bali pada Sabtu (14/5).

Kesepakatan ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas, mendorong kolaborasi dan kerja sama ekonomi untuk memastikan pemulihan bisnis, termasuk pariwisata, namun masih dalam kerangka protokol kesehatan global. Deklarasi ini juga turut menjadikan sertifikat internasional Indonesia di PeduliLindungi diakui di seluruh negara kawasan ASEAN. AHMM juga membahas pentingnya mekanisme verifikasi antar negara ASEAN yang akan memastikan keotentikan dan keaslian sertifikat.

“Indonesia kemudian menginisiasi solusi berbasis aplikasi web yang dapat mempersingkat proses verifikasi di poin-poin kedatangan antar negara. Pemanfaatannya sukarela oleh masing-masing negara dan dapat diintegrasikan dengan sistem masing-masing. Aplikasi dikelola oleh Sekretariat ASEAN dalam menjaga keberlanjutan, transparansi, netralitas, kerahasiaan, integritas dan ketersediaan data. Langkah ini juga merupakan inisiatif Indonesia dalam Health Working Group G20,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

Realisasi kesepakatan ini, kata Budi, membutuhkan dukungan multi sektoral. Pada pelaksanaannya, tetap menjunjung tinggi hukum masing-masing negara, peraturan keimigrasian, dan protokol kesehatan masing-masing negara anggota ASEAN. (IZn – persi.or.id)