DJSN Luncurkan Buku Statistik JKN, PERSI Blak-blakan RS yang Harus Diet dan Butuh Kepastian Kebijakan

paparan drtonang jkn

paparan drtonang jkn

Sekretaris Kompartemen Jaminan Kesehatan Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PK, PhD blak-blakan tentang kondisi rumah sakit (RS) dalam lima tahun pemberlakuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Tonang yang juga Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian RS Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah mengungkapkan selama lima tahun terakhir RS melakukan diet, istilah yang menggambarkan langkah efisiensi yang harus dilakukan di berbagai sektor agar dapat memenuhi ketentuan tarif dan di saat yang sama melayani pasien secara optimal.

mengungkap faktajkn1

“JKN bagi kami adalah diet-diet dan diet. Kami mengalami berbagai disrupsi sebagai dampak pemberlakuan JKN, bukan cuma di sektor keuangan namun hamper keseluruhan sistem. Ujungnya memang diharapkan ada perubahan perilaku, dan kami terus berjuang dalam kondisi ini,” ujar Tonang saat berbicara dalam acara peluncuran Buku Statistik JKN 2014 – 2018: Mengungkap Fakta JKN dengan Data yang diselenggarakan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) hari ini, Kamis (18/06).

Acara itu dibuka Prof. Dr. Muhadjir Effendi, MAP, Menko Bidang PMK serta pembicara lainnya, anggota DJSN Asih Eka Putri, Direnbang BPJS Kesehatan Mundiharno, Prof. Hasbullah Thabrany (akademisi UI) serta Pimpinan Komisi IX DPR RI Emmanuel Melkiades Laka Lena. Kegiatan ini dilaksanakan melalui konferensi video melalui siaran langsung YouTube dan Facebook.

Lebih lanjut, Tonang menegaskan, selama menjadi mitra BPJS Kesehatan, RS terus menerus bergelut dengan isu tudingan fraud, sistem rujukan, dispute dalam pengajuan klaim serta lambatnya pencairan klaim.

mengungkap faktajkn2

“Kami menyakini bahwa pada dasarnya diet itu harusnya menyehatkan, namun tentunya harus terukur dan terprogram. Namun seperti yang kita tahu, JKN sangat dipengaruhi keputusan politik yang kadang berubah arah. Kami terus berupaya, dan tentunya butuh dukungan semua pihak agar bisa mencapai pertumbuhan di tengah situasi serba efisien yang kami jalani saat ini.”

Tonang juga mengingatkan, berdasarkan data, termasuk yang disajikan dalam Buku Statistik JKN 2014 – 2018: Mengungkap Fakta JKN dengan Data, bahwa setiap tahun penerimaan RS turun namun di saat yang sama, jumlah pasien justru naik.

“Sehingga di situasi serba sulit ini, yang kami butuhkan adalah kejelasan dan kepastian arah kebijakan. Karena saat ini kami dihadapkan pada pemberlakuan single tariff, sejumlah aturan, belum lagi situasi new normal saat ini dimana utilitas naik, kebutuhan APD juga naik. Kami butuh kepastian arah agar RS bisa terus mendukung JKN. Selama lima tahun JKN, kami sudah melewatinya, dan dalam tahun-tahun berikutnya, RS tetap bisa melayani negeri.” (IZn – persi.or.id)


MATERI PELUNCURAN BUKU STATISTIK JKN