Diskusi Panel 7 Kongres PERSI: RS Harus Tanya Status Vaksinasi Pasien

Mengantisipasi libur natal dan tahun baru (nataru), pemerintah diminta bukan cuma fokus pada pembatasa mobilitas penduduk, tapi kegiatan yang mereka lakukan setelah mereka berpindah tempat. Jika antisipasi itu tidak dilakukan, serta diperburuk dengan munculnya varian baru serta cakupan vaksinasi yang belum maksimal, maka ledakan seperti yang terjadi pada Juni akan kembali terjadi.

Demikian diungkapkan Epidemiolog FKM UI Dr. Pandu Riono, M.P.H., Ph.D saat berbicara dalam Diskusi Panel 7 Endemic Covid-19 Preparedness dalam rangkaian Kongres XV Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang diselenggarakan bersamaan dengan Seminar Tahunan Patient Safety XV, dan INA HOSPITAL FAIR II 2021 melalui virtual, hari ini, Jumat, 29 Oktober 2021.

“Kondisi terkendali ini sangat sementara, dinamis sehingga masih sangat mungkin berubah. Jadi, walaupun kasus harian turun dan RS menyatakan pasien Covid-19 sangat sedikit, kematian sangat rendah ini bukan berarti pandemi berakhir. Belum lagi ada kabar kini mulai terlihat peningkatan kasus. Jangan sampai dibiarkan terjadi penularan yang dipicu kegiatan religi, berkumpul,” kata Pandu.

Pandu mengingatkan, yang taerjadi pada saat lonjakan kedua Covid-19 pada Juni 2021 adalah RS yang tak lagi mampu menjalankan fungsinya kareja jumlah pasien membludak, oksigen yang kurang. Walau obat dikirim ke RS, tapi yang dibutuhkan adalah kapasitas perawatan dan nyatanya itu tidak tersedia,” kata Pandu.

Pandu juga mengu=ingatkan kasus varian baru, Delta Plus yang terbukti lebih mudah menular dan kini telah memicu lonjakan kasus di Inggris dan Eropa,” kata Pandu.

Kepada PERSI, Pandu meminta agar terus aktif berperan meningkatkan cakupan vaksin dengan melakukan penapisan pada pasien yang datang. Setiap pasien hendaknya ditanya apakah sudah melakukan vaksin, jika belum, langsung dilakukan vaksinaksi. (IZn – persi.or.id)