Direktur RSU Papua Barat Dilantik, Masih Butuh Dokter Spesialis

jubircovid19 papuabarat

jubircovid19 papuabarat

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Papua Arnoldus Tiniap dilantik sebagai Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Papua Barat, baru-baru ini oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Selain itu, dilantik pula sejumlah pejabat di Dinas Kesehatan.

“Saat ini RSU Papua Barat masih bertipe C, ke depan akan didorong agar naik menjadi tipe A dengan fasilitas dan pelayanan yang lebih lengkap,” ujar Dominggus.

Dominggus menegaskan, RSU akan terus melengkapi berbagai persyaratan kenaikan akreditasi, termasuk melanjutkan pembangunan fisik serta penambahan tenaga kesehatan, yaitu dokter umum, spesialis hingga perawat.

Terkait Covid-19, Dominggus menyatakan pihaknya sudah memiliki alat PCR (polymerase chain reaction) untuk pemeriksaan sampel. Hingga saat ini seluruh pasien positif korona di Manokwari dirawat di rumah sakit tersebut. Dari 11 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit ini, tujuh di antaranya sembuh dan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing, termasuk seorang warga Kabupaten Nabire, Papua yang masuk dalam klaster Gowa.

Sebagai RSU tipe C saja, kata Domingggus, RSU Papua Barat sudah membutuhkan kelengkapan spesialis penyakit dalam, dokter anak, dokter bedah serta dokter kebidanan juga ahli penunjang yaitu radiologi, anastesi, patologi klinik serta ahli mikrobiologi.

“Minimal harus ada dua spesialis dasar maupun spesialis penunjang. Untuk saat ini kita baru punya dua yakni spesialis anak dan spesialis kebidanan. RSU membutuhkan sekali ahli bedah, spesialis penyakit dalam juga anastesi, kita perlu sekali.”

“Ketika nanti jadi tipe A, akan terus kita tambah secara bertahap, sehingga jenis pelayananya sudah pasti akan meningkat.” (IZn – persi.or.id)