Direktur RSDK: Pasien ODGJ Positif Covid-19 Lebih Cepat Sembuh

Kapasitas Rumah Sakit Dadi Khusus (RSDK), Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, sudah terisi penuh seiring terus bertambahnya pasien COVID-19. Jumlah pasien positif yang dirawat berjumlah 119 orang pasien, sedangkan kapasitas tempat tidur hanya 200.

RSDK menerapkan standar perawatan penanganan pasien positif COVID-19 sesuai regulasi dan hingga kini belum bisa menerima pasien umum. “Faktor utama penularan adalah kelalaian, bila kita terus abai maka virusnya kembali menyerang sehingga pandemi tidak akan selesai sampai 2021,” ujar Direktur RSDK, Dr Arman Bausat.

Terkait pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terpapar COVID-19 di rumah sakit tersebut, kata dokter Arman, sudah berkurang, karena sembuh. Rata-rata tidak memiliki gejala sehingga berstatus Orang Tanpa Gejala atau OTG. Data terakhir per 7 Januari masih ada 68 orang ODGJ positif. Sebelumnya, ada 91 orang. Jadi ada OTG yang telah sembuh sehingga untuk kasus pasien gangguan jiwa sudah berkurang.

Banyaknya pasien jiwa yang terpapar, karena pihak rumah sakit juga menerima pasien rujukan, sehingga diduga penyebaran itu berasal dari pasien rujukan dari luar yang masuk. Awalnya, pasien rujukan hanya di tes cepat,hasilnya non reaktif, namun setelah dites usap hasilnya positif.

Ketika pasien ODGJ ditemukan positif sebanyak 10 orang, langsung dilakukan tracing dan testing melalui tes usap, dan ternyata jumlah bertambah, sehingga dilakukan pemisahan terhadap pasien COVID-19 dengan pasien lain di ruang isolasi.

Pada pasien ODGJ berstatus OTG, tetap dipantau kondisinya serta memberikan asupan gizi yang diberikan khusus bagi pasien Covid-19, vitamin dan istirahat yang cukup. Pasien jiwa berstatus positif pada umumnya memiliki nafsu makan bagus, dan tidak memerlukan terapi psikis, karena tidak memikirkan penyakitnya, berbeda dengan pasien umum normal, tentu stres memikirkannya. (IZn – persi.or.id)