Buka Jendela Setiap Pagi, Kiat Agar Udara Bertukar dan Terhindar Covid-19

Ners Rini Kurniati S.Kep dari RSAB Harapan Kita dalam bincang-bincang Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan yang disiarkan dari Jakarta, hari ini, menekankan pentingnya mengatur tata udara agar terjadi sirkulasi yang baik di dalam rumah, seperti yang juga diterapkan di perkantoran dan rumah sakit.

“Masyarakat harus memahami cara mensirkulasikan atau mengalirkan udara yang kotor keluar rumah dan menggantinya dengan udara bersih setiap hari untuk mencegah berbagai penyakit termasuk COVID-19,” ujar Rini.

Cara paling mudah mengatur sirkulasi udara yang baik di rumah, lanjut Rini, membuka jendela serta pintu lebar-lebar di pagi hari untuk mengalirkan udara yang kotor di dalam ruangan digantikan dengan udara yang lebih bersih. Pasalnya, udara yang terus menerus berputar di suatu ruangan lama kelamaan akan bercampur dengan debu, bakteri, virus, dan patogen lainnya yang bisa berbahaya bagi kesehatan bila dihirup.

“Buka jendela pada pagi hari ganti semua udara di rumah jadi lebih bersih.”

Pilihan lain, menggunakan alat penyaring udara ataupun pendingin ruangan (AC) yang memiliki sistem filter saringan udara kotor. Pun, sirkulasi udara juga bisa dilakukan dengan memasang exhaust fan untuk mengalirkan udara dari dalam ke luar ruangan.

Kiat berikutnya, menaruh tanaman di dalam rumah yang bisa menyaring karbon dioksida dan menggantinya dengan oksigen. Apabila AC di rumah tidak memiliki sistem penyaringan udara kotor, sebenarnya udara yang berputar adalah yang sebelumnya dikeluarkan oleh AC, sehingga udara tetap kotor. Oleh karena itu dia menyarankan agar selalu membuka jendela agar ada pertukaran udara bersih dari luar menggantikan udara kotor di dalam ruangan.

Sementara, di rumah sakit, kata Rini, beberapa panduan mengenai manajemen tata udara telah mengalami perubahan sesuai dengan panduan terkini dari Kementerian Kesehatan, WHO, dan CDC. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya transmisi atau penularan dari pasien ke pasien, pasien ke petugas kesehatan, petugas kesehatan ke pasien, atau sesama petugas kesehatan. (IZn – persi.or.id)