Anggaran Kesehatan naik dari Rp169 Triliun Menjadi Rp254 Triliun, Besaran Insentif Tenaga Kesehatan COVID-19 Tetap Sama

Insentif untuk tenaga kesehatan akan tetap diberikan pada 2021 dengan besaran yang sama dengan 2020. Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan akan melakukan koordinasi untuk mendetailkan alokasi anggaran.

Pemberian insentif itu merupakan bentuk penghargaan atas semua jerih payah tenaga kesehatan. Selama 2020, insentif diberikan hampir Rp9 triliun untuk pembayaran insentif ini, baik untuk tenaga medis di pusat maupun daerah.

“Sesuai dengan mekanisme keuangan negara, saat ini belum ada perubahan kebijakan mengenai insentif tenaga kesehatan, 2021 ini sama dengan diberikan di tahun 2020,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan drg. Oscar Primadi, MPH dalam rilisnya, belum lama ini.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani. Ia mengatakan pada Undang-undang APBN 2021, besaran insentif dari tenaga kesehatan dan santunan kematian tenaga kesehatan ditetapkan kembali.

Sementara, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan penyaluran untuk insentif tenaga kesehatan hampir 100% itu sudah disalurkan ke kas daerah. Kalau dari nilai totalnya ada sekitar Rp4,17 triliun dan realisasi yang dilakukan pemerintah daerah ada yang dibayarkan kepada tenaga kesehatan itu sudah sekitar 72%. Sehingga, sekitar Rp3 triliun yang sudah dibayarkan, dan sisanya itu masih ada di anggaran kas daerah.

“Anggaran kesehatan 2021, pada awalnya adialokasikan sebanyak Rp169 Triliun, namun dari awal tahun pemerintah sudah mengantisipasi melihat perkembangan COVID-19 yang masih sangat dinamis ini diperlukan dukungan tambahan anggaran yang cukup besar. Awal 2021 ini pemerintah menambah kebutuhan anggaran yang signifikan mencapai 254 triliun rupiah,” ujar Askolani.

“Kementerian Keuangan bersama Kementerian Kesehatan masih melakukan perhitungan detail belanja untuk penanganan COVID-19 sehingga dukungan penanganannya dapat terpenuhi sampai dengan penghujung 2021. Kami yakin kita melihat secara komprehensif dalam jangka pendek dan menengah untuk bisa menyelesaikan dampak daripada COVID-19 di Indonesia yang kita hadapi saat ini.”

Dana itu meliputi insentif tenaga kesehatan, santunan kematian, biaya vaksinasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat, perawatan pasien, obat-obatan, biaya isolasi, biaya tracking tracing dan treatment, dan pengadaan alat kesehatan. (IZn – persi.or.id)