Anak dengan Imunisasi Lengkap, Seharusnya Kebal Difteri

Anak yang sudah mendapatkan imunisasi difteri lengkap seharusnya tidak tertular. Satu-satunya cara untuk mencegah penularan difteri melalui imunisasi. Kekebalan ini sangat diperlukan karena difteri sangat mudah menular melalui udara, yaitu lewat nafas atau batuk penderita.

“Tetap jaminan itu dari Allah, masalahnya imunisasinya lengkap atau tidak. Karena itu, penderita difteri yang dirawat di rumah sakit biasanya diisolasi dan tidak boleh dikunjungi untuk mencegah penularan.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak,” kata Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman B Pulungan di Jakarta, baru-baru ini.

“Gejala awal difteri bisa tidak spesifik, seperti demam tidak tinggi, nafsu makan menurun, lesu, nyeri menelan dan nyeri tenggorokan, sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah. Namun, difteri memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut dengan bull neck,” kata Aman.

Difteri, lanjut Aman, memiliki masa inkubasi dua hingga lima hari dan akan menular selama dua minggu hingga empat minggu. Penyakit itu sangat menular dan dapat menyebabkan kematian jika tidak cepat ditangani.

(IZn – pdpersi.co.id)