Akhirnya Berdiri Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia

Sekelompok praktisi humas Rumah Sakit sepakat mendirikan asosiasi profesi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme humas rumah sakit. Asosisasi itu bernama Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia, disingkat PERHUMASRI. Bertepatan dengan diselenggarakan Hospital Expo dan Seminar Nasional Persi 2017, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kuntjoro Adi Purjanto mengumumkan berdirinya PERHUMASRI dihadapan sekitar 1000 orang peserta acara pembukaan di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Rabu (18/10/2017), Jakarta.

“Dengan berdirinya PERHUMASRI, diharapkan menjadi salah satu asosiasi profesi yang menjadi mitra PERSI dalam membangun dan meningkatkan profesionalisme SDM rumah sakit, khususnya Humas,” kata Kuntjoro dalam sambutan pembukaan.

PERHUMASRI lahir dari inisiatif sekelompok orang yang telah lulus sertifikasi kompetensi hubungan masyarakat yang digelar oleh PERSI bekerja sama dengan London School of Public Relations (LSPR). Sebanyak 45 orang berasal dari berbagai rumah sakit di Indonesia mengikuti dan dinyatakan berkompeten pada ujian kompetensi tanggal 19-20 September 2017 di Jakarta. Alumni membentuk Panitia yang bertugas menyiapkan nama asosiasi, AD/ART dan rencana pertemuan nasional.

“Tugas utama dan pertama panitia adalah menyiapkan nama asosiasi. Sekaligus, berkomunikasi dengan Panitia Hospital Expo,” kata Anjari Umarjiyanto, Ketua Panitia penyiapan PERHUMASRI.

Pengumuman berdirinya PERHUMASRI, kata Anjari, sengaja dipilih pada saat momentum pembukaan Hospital Expo. Pada saat itu hadir ribuan orang dari pemangku kepentingan rumah sakit seluruh Indonesia, baik unsur regulator, pemilik, manajemen rumah sakit, asosiasi dan profesi.

“Setelah pengumuman hari ini, segera kami siapkan akta pendirian dan persiapan pertemuan nasional,” tambah Ketua Kompartemen Public Relations dan Marketing Persi itu.

Pendiri dan Pemilik The London School of Public Relations (LSPR), Prita Kemal Gani menyambut baik berdirinya Perhumasri. “Semoga PERHUMASRI segera menjalin networking dengan Perhumas, Asean PR dan Global Alliance. Saya akan bantu nanti,” ujar The President of ASEAN Public Relations Network itu.

Di kesempatan terpisah, Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Sutoto mengucapkan selamat dan menyambut kehadiran asosiasi humas rumah sakit Perhumasri. Menurutnya, standar akreditasi membutuhkan sumberdaya manusia yang kompeten, termasuk humas. Dengan adanya PERHUMASRI, Sutoto berharap tercipta standar kompetensi khusus untuk humas rumah sakit. “Dari angkatan kemarin itu, mulai disiapkan trainning of trainer. Itulah nantinya jadi cikal bakal menyusul standar-standar,” jelas Ketua Umum Persi masa bakti 2002-2015.

Tugas selanjutnya Perhumasri sungguh berat, meski bukan sesuatu yang tak mungkin. Bukan saja lahir ditengah citra dan reputasi rumah sakit yang menghadapi tantangan besar, tetapi juga sebagai organisasi masih banyak pekerjaan dan tugas yang harus segera dituntaskan. Selamat kepada PERHUMASRI.