60 Tempat Tidur ICU COVID-19 Bertekanan Negatif di RSUD Buleleng Dioperasikan

Ruang Intensive Care Unit (ICU) COVID-19 yang memiliki tekanan udara negatif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng, Bali, mulai beroperasi sejak Senin. Ruang bertekanan udara negatif adalah ruangan isolasi yang dilengkapi alat khusus untuk menyedot aerosol, sehingga jika ada aerosol di dalam ruangan, tidak akan sampai keluar.

Ruangan ini akan menjaga keamanan, baik pasien maupun orang-orang di luar ruangan isolasi. ICU COVID-19 ini adalah ruang intensif dengan kapasitas sembilan kasur. Ruangan ICU COVID-19 atau ruangan isolasi
bertekanan udara negatif ini akan mengurangi kontak perawat, paramedis, dan dokter secara efektif, sehingga menurunkan kemungkinan penularan.

Ruang intensif atau ICU COVID-19 ini, kini RSUD Kabupaten Buleleng memiliki tiga kualifikasi ruang penanganan pasien terkonfirmasi COVID-19. Ketiga jenis ruangan tersebut ialah ruangan untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dan gejala ringan, ruangan intensif untuk gejala berat dan kritis, serta ruangan untuk gejala sedang. Total ruangan penanganan pasien COVID-19 di RSUD Kabupaten Buleleng ada sekitar 60 tempat tidur.

Dalam penanganan ICU non-COVID-19 , keluarga pasien yang dirawat bisa memanggil petugas dan akan cepat direspons. Sedangkan dalam penanganan COVID-19, Prosedur Tetap (Protap) yang dianjurkan adalah mengurangi kontak, sehingga kalau ada perawat, paramedis, maupun dokter yang perlu masuk ke ruang isolasi perlu memakai Alat Pelindung Diri (APD) dulu dan perlu waktu sampai 15 menit.

“Selama ini kita masih manfaatkan Ruang Jempiring untuk penanganan intensif dan merangkap gejala sedang. Setelah ini, akan dianalisis oleh tim, jika pasien memerlukan tekanan negatif dan ventilator, segera akan kita pindah ke ruangan intensif atau ICU COVID-19 di Ruang Lely,” ujar Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD.

Putu Arya menjelaskan, fasilitas CCTV dan ruang monitoring bisa membantu tim rumah sakit memantau pasien yang perlu perhatian sehingga pelayanan yang diberikan bisa lebih selektif. “Kita bisa lihat kondisi oksigennya, infusnya, semuanya bisa dilihat jarak jauh. Prinsipnya mengurangi kontak, kemudian memutus penularan. Ruangan bertekanan udara negatif ini kemudian hari juga bisa digunakan oleh pasien-pasien dengan penyakit menular seperti TBC karena telah sesuai dengan standar WHO. Sehingga, pasien TBC dengan resistensi obat juga bisa masuk.”

Ketua Tim Dokter Ruang ICU COVID-19, dr. I Nyoman Agus Juliana, Sp.AN.,M.Sc. mengatakan bahwa ruangan ICU COVID-19 adalah bentuk nyata usaha RSUD Kabupaten Buleleng memberi pelayanan yang lebih aman, serta menyediakan fasilitas kesehatan yang sesuai dengan anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO). (IZn – persi.or.id)