27 Tahun RSPI Sulianti Saroso, Dulu Kerepotan Hadapi COVID-19, Kini Jadi Center of Excellence Penyakit Infeksi

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso berulang tahun ke 27 tahun. Salah satu catatan penting pada peristiwa penting itu adalah pandemi COVID-19 yang mencuat di Indonesia pada Maret 2020 yang membuat RSPI mengalami kesulitan. Namun, saat ini RSPI sudah mumpuni menanggulangi COVID-19 bahkan telah ditetapkan sebagai Center of Excellence penyakit infeksi dalam sistem ketahanan kesehatan nasional.

“RSPI lebih menguatkan komitmen mengabdi untuk negeri dalam hal penanggulangan penyakit infeksi di Indonesia. Indonesia rentan penularan berbagai penyakit infeksi emerging di antaranya MERSCoV, flu burung, termasuk COVID-19. Sebagai rumah sakit khusus vertikal, kami memiliki tugas melakukan kajian penyakit infeksi, menjadi rujukan nasional kasus penyakit infeksi dan penyakit menular serta menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan,” ujar Direktur Utama RSPI dr. Mohammad Syahril.

Sekretaris Jenderal Kemenkes drg. Oscar Primadi, MPH memaparkan, dalam upaya mengendalikan COVID-19 harus dilakukan dengan bekerja sama. “Di ulang tahun ke-27, RSPI ini banyak hal yang sudah diukir dalam penanganan penyakit infeksi mulai dari difteri, flu burung, dan SARS termasuk COVID-19. Saat yang harus dilakukan adalah bagaimana melakukan terobosan-terobosan dengan peraturan yang ada. Baik dan buruknya pelayanan ada di tangan kita semua. Kita dituntut mampu memberikan pelayanan yang cepat dan baik untuk masyarakat,” ujar Sekjen.

Syahril mengingatkan, penyakit infeksi dan menular hingga saat ini tetap menjadi ancaman di Indonesia bahkan di dunia. Penyakit baru (emerging disease) maupun penyakit lama yang muncul kembali (re-emerging disease) seperti difteri, campak, rabies dan anthrax menuntut kewaspadaan tersendiri.

“Kami selalu melakukan sosialisasi kewaspadaan sampai riset dalam rangka kasus COVID-19. Tim RSPI juga melakukan vaksinasi di beberapa tempat.” ujar Dirut. (IZn – persi.or.id)