10 PPDS yang Menangani Covid-19 di RSHS Dapat Insentif dari Kemenkes

intensif nakes rshsbandung

intensif nakes rshsbandung

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) kini dan disiapkan untuk membantu merawat pasien COVID-19 untuk memperkuat layanan kesehatan maupun SDM kesehatan. Para PPDS yang terjun langsung menangani pasien Covid-19 itu mendapat insentif dari Kementerian Kesehatan.

Menteri Kesehatan Letjen (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad menyerahkan insentif itu pada 10 PPDS FK Universitas Padjadjaran yang bertigas di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, sekaligus melihat kesiapsiagaan RS dalam penanganan COVID-19 pada Senin (15/9).

”Terima kasih untuk Bapak Menteri Kesehatan atas kebijakannya untuk memberikan insentif kepada para teman-teman PPDS, kami semua sangat menghargai para peserta PPDS yang telah bekerja dengan baik selama pandemi COVID-19,” kata Direktur Utama RSUP Dr. RSHS Bandung dr. R. Nina Susana Dewi, Sp.PK(K)., M.Kes., MMRS.

Nama 10 peserta PPDS FK UNPAD yang bekerja dalam masa pandemi COVID-19 itu adalah dr. M Eka Putra : Orthopedi dan Traumatologi, dr. Mochamad Sri Arya Heriawan : Ilmu Bedah Saraf, dr. Eduardus Gilang Putra : Ilmu Bedah, dr. Irfan Firmansyah: Urologi, dr. Fathul Huda: Neuorologi, dr. Ari Irawan Romulya : Obstetri dan Ginekologi, dr Erda Avriyanti: Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, dr. Junan Imaniar Pribadi: Ilmu Kesokteran Nuklir, dr. Deni Nugraha: Anestesiologi dan Terapi Intensif serta dr. Nanda Putri Ramadhani: Ilmu Penyakit Dalam.

Nina menjelaskan, jumlah residen di FK UNPAD saat ini berkisar 1100 orang yang nantinya akan berkontribusi dalam pemerataan dokter dan dokter spesialis di seluruh pelosok Indonesia. “Kami berharap para peserta PPDS FK UNPAD di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dapat menerapkan prinsip dari RSHS yaitu dengan tidak tertular dan tidak menularkan. Hal ini penting untuk mengurangi dan mencegah penularan COVID-19,” ujar Terawan.

Terawan berharap Pemberian insentif menjadi motivasi bagi PPDS dalam memberikan pelayanan bagi pasien COVID-19. ”Saya harapkan peserta PPDS tetap sehat dan menerapkan protokol kesehatan tidak hanya di RS tapi dimanapun kita berada sebagai pedoman dan cara efektif dalam memutus rantai penularan.” (IZn – persi.or.id)